Rico Waas ajak masyarakat tingkatkan keakraban dan kendalikan penggunaan ponsel di rumah tangga

Rico Waas ajak masyarakat tingkatkan keakraban dan kendalikan penggunaan ponsel di rumah tangga

Peran Keluarga dalam Membangun Ketenangan Masyarakat

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sebagai dasar dari ketenangan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan di rumah dapat mengurangi komunikasi antar anggota keluarga, sehingga memengaruhi kualitas interaksi yang seharusnya terjalin.

Pernyataan ini disampaikannya dalam kegiatan Safari Jumat Pemko Medan di Masjid Thawalib, Jalan SM Raja Gang Thawalib, Kelurahan Komat III, Kecamatan Medan Kota, pada Jumat (12/12). Rico menjelaskan situasi sederhana saat keluarga berkumpul untuk makan bersama. “Satu meja, tapi semua sibuk dengan gawai masing-masing. Bapak menatap ponsel, Mamak sibuk menggulir layar, anak ikut larut bermain ponsel.”

Akibatnya, komunikasi antar anggota keluarga menjadi tidak efektif. Contoh yang diberikan Rico adalah saat seseorang ingin menambah nasi, mereka justru melakukannya melalui pesan ponsel. “Istri bertanya, ‘Pak, mau nambah?’ lewat pesan, dan sang suami menjawab, ‘Iya, nambah,’ juga lewat layar,” ujar Rico, yang kemudian mengundang tawa jamaah.

Menurut Rico, jika kebiasaan ini dibiarkan, komunikasi dalam keluarga akan semakin merenggang. “Anggota keluarga tidak lagi memahami perasaan satu sama lain karena lebih terbiasa berbicara lewat ponsel daripada saling menatap dan berdialog langsung.” Ia menegaskan bahwa komunikasi langsung sangat penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Ketua BKM Thawalib Fahrizal beserta pengurus, pimpinan perangkat daerah, dan jamaah, Rico menekankan bahwa keluarga yang akur, kompak, dan komunikatif akan melahirkan lingkungan yang tenteram. “Mari membangun keguyuban mulai dari rumah, lalu meluas ke tetangga, lingkungan, hingga kepengurusan masjid,” ajaknya.

Keberlanjutan Masjid Thawalib

Pada bagian lain, Wali Kota Medan menilai Masjid Thawalib yang telah berdiri sejak 1927 merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Medan yang patut dijaga dan dilestarikan. “Kita berharap masjid ini tetap berdiri kokoh dan seluruh pengurusnya kompak. Kalau pengurusnya kompak, mudah merangkul masyarakat,” ucapnya, seraya menyebut masjid bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat berkumpul, belajar, dan memperkuat syiar Islam.

Sebelumnya, Ketua BKM Thawalib Fahrizal menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wali Kota sekaligus memaparkan rencana pengurus untuk membangun kanopi serta fasilitas olahraga dan kesenian.

Bantuan untuk Masjid dan Masyarakat

Usai Salat Jumat dengan Khatib dan Imam Anwar Syahadat, Pemko Medan menyerahkan berbagai bantuan kepada Masjid Thawalib dan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi:

  • Dana hibah Rp50 juta untuk rehabilitasi masjid
  • Bantuan sosial Rp10 juta
  • 70 polibag bibit cabai
  • Satu set tenis meja
  • Satu rak buku beserta koleksi bacaannya

Kegiatan Safari Jumat ditutup dengan makan siang bersama. Suasana akrab antara Pemko Medan dan masyarakat pun menghangatkan halaman Masjid Thawalib siang itu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan