
Ringgit Malaysia Capai Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Mata uang ringgit Malaysia mencapai level tertinggi terhadap dolar AS dalam lebih dari empat tahun. Penguatan ini menunjukkan optimisme terhadap perekonomian negara tersebut dan keterkaitannya dengan siklus teknologi global.
Berdasarkan data yang dirilis, ringgit menguat sebesar 0,3% terhadap dolar menjadi 4,0938 pada Jumat (12/12/2025), menyentuh level tertinggi sejak Mei 2021. Dengan kenaikan lebih dari 9% terhadap dolar, ringgit menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia tahun ini.
Faktor Pendorong Penguatan Ringgit
Analis Maybank, termasuk Saktiandi Supaat, menjelaskan bahwa fundamental ringgit yang kuat memposisikan mata uang ini sebagai yang terdepan untuk mengungguli mata uang regional. Pendorong penguatan ringgit meliputi kelanjutan siklus peningkatan investasi, reformasi fiskal di Malaysia, dan munculnya Malaysia sebagai pusat data center utama.
Selain itu, popularitas mata uang Malaysia didorong oleh ekonomi berbasis ekspor yang telah diuntungkan dari pemulihan permintaan global. Hal ini membantu pertumbuhan kuartal III/2025 melampaui ekspektasi.
Peluang Pertumbuhan Baru
Para pembuat kebijakan juga optimistis bahwa pusat data dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi Malaysia. Sementara itu, hasil produksi manufaktur pada Oktober turut meningkat pada laju tercepat sejak September 2022.
Sentimen investor semakin membaik setelah ketegangan hubungan dagang ASChina mencair. Optimisme ini mendorong investor asing meningkatkan eksposur terhadap aset Malaysia. Dana global mengalir masuk sebesar US$1,5 miliar ke obligasi negara tersebut pada November, menjadi arus masuk terbesar dalam enam bulan.
Kebijakan Moneter yang Stabil
Lebih lanjut, Bank sentral Malaysia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga 2026. Hal ini kemungkinan akan memberikan dukungan tambahan bagi ringgit.
Analis Goldman Sachs Group Inc., termasuk Danny Suwanapruti, melihat ada peluang bagi ringgit untuk mempertahankan kinerjanya yang unggul di kawasan Asia hingga 2026. Ini didukung oleh keterkaitan negara tersebut dengan rantai pasok teknologi dan investasi asing langsung yang kuat.
Proyeksi Masa Depan
Dengan prospek perekonomian yang positif dan keterlibatan dalam industri teknologi, ringgit Malaysia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Kombinasi antara kebijakan moneter yang stabil, pertumbuhan ekonomi yang baik, dan investasi asing yang signifikan membuat ringgit menjadi salah satu mata uang yang paling diminati di kawasan Asia.
Kemajuan ini tidak hanya mencerminkan kinerja ekonomi Malaysia secara internal, tetapi juga posisi negara tersebut dalam lingkup global. Dengan terus memperkuat fondasi ekonominya, Malaysia siap menjadi salah satu negara yang mampu bersaing di pasar internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar