Robinhood ungkap alasan ekspansi ke pasar modal Indonesia

Masuknya Robinhood ke Pasar Modal Indonesia

Robinhood Market, sebuah perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS), resmi memasuki pasar modal Indonesia melalui aksi akuisisi terhadap Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto. Langkah ini menjadi salah satu inisiatif besar yang dilakukan oleh Robinhood untuk memperluas cakupan bisnisnya di Asia.

Kepala Robinhood untuk Asia, Patrick Chan, menjelaskan bahwa salah satu alasan utama perusahaan tersebut memilih Indonesia adalah potensi pasar modal yang sangat besar. Ia menilai pertumbuhan investor dan pasar modal Indonesia cukup signifikan, dengan data yang menunjukkan adanya sekitar 19 juta investor di pasar modal Tanah Air, serta 17 juta investor kripto per akhir Oktober 2025.

Pertumbuhan pasar modal Indonesia juga tercatat cukup pesat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan hingga 21,5% YtD, menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terbaik ketiga di kawasan ASEAN. Selain itu, demografi investor Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka berusia di bawah 30 tahun, dengan 26,42% berusia antara 30–41 tahun, dan sisanya berada di atas 41 tahun.

Nilai transaksi aset kripto juga mencerminkan pertumbuhan yang mengesankan. Pada tahun 2025 hingga Oktober, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp409,56 triliun. Bahkan, pada bulan Oktober 2025 saja, nilai transaksi mencapai 49,28 triliun atau meningkat 27,6% MoM.

Patrick Chan menyatakan bahwa pasar Indonesia memiliki berbagai faktor yang membuatnya menarik bagi Robinhood. Pertama, pasar modal Indonesia tumbuh pesat, terutama dari jumlah investor. Kedua, pasar ini juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam hal jumlah emiten yang melakukan pencatatan saham di Bursa. Terakhir, pasar ini didominasi oleh investor muda atau first-time investors, yang sejalan dengan visi Robinhood untuk melakukan demokratisasi keuangan.

Alasan Akuisisi Buana Capital

Pemilihan Buana Capital sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. Menurut Patrick Chan, Robinhood telah melakukan diskusi sebelumnya dengan Buana Capital dan sepakat terhadap tujuan besar masing-masing perusahaan. Ia menilai bahwa Buana Capital adalah perusahaan yang dijalankan dengan sangat baik, sehingga memberikan rasa percaya kepada Robinhood.

Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman, menilai bahwa akuisisi ini akan berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia. Ia yakin bahwa aksi ini akan mempermudah masyarakat Indonesia mengakses instrumen investasi berskala global dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien. Selain itu, aksi ini juga diharapkan dapat membuka peluang untuk memajukan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air.

Rencana Jangka Panjang Robinhood

Dalam jangka panjang, Robinhood berencana untuk memperkenalkan layanan perdagangannya sendiri, termasuk memberikan akses ke saham AS, aset kripto global, dan berbagai instrumen internasional lainnya. Dengan pengalaman yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, Robinhood optimis bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia.

Peran Pieter Tanuri dan Proses Izin

Setelah transaksi selesai, Pieter Tanuri dari Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood. Kedua belah pihak saat ini sedang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam transaksi ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan