Dahulu, Kolaka Utara memiliki iklim intelektual yang dinamis. Saat saya masih kecil, demonstrasi mahasiswa menjadi hal biasa. Mahasiswa berdebat, berorasi, dan menyuarakan kritik. Dari situ, saya belajar bahwa keberanian lahir dari kebiasaan membaca.
Namun, kondisi tersebut berubah. Sejak kampus pindah dari Kolaka Utara, ruang kritis mulai menghilang. Mahasiswa tak lagi terlihat di jalanan. Diskusi publik seolah padam.
Pada tahun 2022, harapan muncul saat Institut Teknologi dan Sains Muhammadiyah Kolaka Utara (INTENS KU) hadir kembali. Di tengah isu korupsi proyek bandara hingga maraknya pertambangan ilegal, kehadiran kampus sangat diperlukan. Karena tanpa literasi, mahasiswa mudah terseret arus informasi yang menyesatkan.
Melihat kondisi itu, saya mendirikan Tenggara Reading House, sebuah komunitas literasi yang saya bangun bersama adik saya. Komunitas ini menjadi rumah baca yang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat. Tujuannya jelas: menghidupkan kembali budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis di Kolaka Utara.
Kami percaya bahwa literasi bukan hanya sekadar kegiatan membaca buku. Ia adalah fondasi bagi masyarakat yang sehat, jujur, dan tidak mudah dimanipulasi.
Untuk memperluas jangkauan literasi, kami merancang program Gerobak Baca. Gerobak ini akan berkeliling setiap sore membawa berbagai buku ke sudut kota hingga pelosok desa. Anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga masyarakat umum dapat meminjam dan membaca langsung di tempat.
Gerobak Baca dirancang sebagai gerakan sederhana namun strategis: jika masyarakat sulit akses ke buku, maka buku-lah yang mendatangi masyarakat.
Orang-orang yang bergabung dalam komunitas ini kami sebut Relawan Akal Sehat. Mereka bekerja sukarela untuk menjaga agar ruang literasi tetap hidup di tengah kondisi sosial yang penuh tantangan.
Di tengah berbagai persoalan daerahmulai dari dugaan korupsi bandara, praktik sogok-menyogok, hingga tambang ilegalliterasi menjadi cara paling etis untuk melawan ketidakadilan. Masyarakat yang terbiasa membaca akan lebih sulit dibohongi, lebih kritis pada kebijakan publik, dan lebih berani bersuara.
Tenggara Reading House dan Gerobak Baca mungkin bukan gerakan besar. Namun gerakan kecil inilah yang di banyak tempat selalu menjadi awal perubahan.
Kami berharap, gerakan ini dapat menjadi ruang bagi lahirnya generasi yang berpikir lebih jernih dan bertindak lebih berani. Karena masyarakat yang melek literasi adalah fondasi dari daerah yang adil dan beradab.
Peran Literasi dalam Membentuk Masyarakat yang Lebih Baik
Literasi tidak hanya tentang membaca buku, tapi juga tentang kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan yang bijaksana. Di Kolaka Utara, literasi menjadi salah satu alat utama untuk melawan praktek-praktik tidak sehat yang sering terjadi.
- Masyarakat yang terbiasa dengan literasi akan lebih mampu mengenali informasi yang benar dan menolak penipuan.
- Literasi juga membantu meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban, sehingga masyarakat bisa lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
- Dengan literasi, generasi muda bisa tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, kritis, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Program Gerobak Baca: Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
Program Gerobak Baca dirancang untuk menciptakan akses yang lebih luas terhadap literatur. Berikut beberapa hal yang membuat program ini unik:
- Gerobak Baca akan berkeliling setiap sore, membawa berbagai jenis buku seperti fiksi, non-fiksi, dan buku pelajaran.
- Setiap wilayah akan didatangi secara berkala, termasuk daerah-daerah yang kurang terjangkau.
- Masyarakat bisa meminjam buku dan membacanya di tempat atau membawanya pulang.
Program ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengeksplorasi dunia bacaan, yang bisa menjadi awal dari kebiasaan membaca seumur hidup.
Relawan Akal Sehat: Kunci Keberlanjutan Komunitas Literasi
Relawan Akal Sehat adalah bagian penting dari Tenggara Reading House. Mereka adalah orang-orang yang peduli dengan masa depan Kolaka Utara dan siap bekerja tanpa pamrih untuk menjaga keberlangsungan komunitas literasi.
- Relawan ini terdiri dari mahasiswa, guru, dan masyarakat umum yang memiliki minat pada pembelajaran dan pengembangan diri.
- Mereka melakukan berbagai kegiatan seperti mengelola Gerobak Baca, mengadakan diskusi kelompok, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi.
- Dengan kerja sama yang kuat, relawan mampu menjaga semangat literasi meskipun di tengah tantangan sosial yang kompleks.
Harapan untuk Masa Depan Kolaka Utara
Meski Tenggara Reading House dan Gerobak Baca masih dalam tahap awal, kami yakin bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Kami berharap, dalam waktu dekat, komunitas ini bisa menjadi pusat aktivitas literasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
- Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, program ini bisa berkembang lebih pesat.
- Kami juga berharap ada lebih banyak organisasi atau individu yang tertarik bergabung dalam upaya membangun kolaborasi untuk meningkatkan literasi di daerah.
- Masa depan Kolaka Utara bergantung pada generasi muda yang sadar akan pentingnya literasi dan keberanian untuk berbicara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar