
Pameran KOPLING: Ruang Kolaborasi UMKM dan Budaya Jambi
Pameran KOPLING yang diadakan di Cibinong menjadi ajang penting dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional. Dalam acara ini, Rumah BUMN Jambi turut serta sebagai bagian dari program strategis Kementerian UMKM dan BUMN. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM naik kelas sekaligus memperkenalkan budaya Jambi ke tingkat nasional.
Rumah BUMN Jambi membawa berbagai produk unggulan dari UMKM lokal seperti Blimey, Batik Berkah, dan D’moroy. Produk-produk ini menampilkan nuansa batik dan anyaman khas Jambi yang menarik perhatian pengunjung. Selain itu, produk-produk tersebut dipajang bersama komponen otomotif, kriya, dan olahan kuliner khas daerah lainnya.
“Respon pengunjung terhadap produk lokal Jambi sangat positif, terbukti dari tingginya penjualan, salah satunya Batik Jambi Berkah. Kehadiran Rumah BUMN Jambi di Pameran KOPLING menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya dan produk unggulan Jambi, sekaligus membangun jejaring bagi UMKM agar bisa terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Putri Pebridayanti, Fasilitator Rumah BUMN Jambi.
Kementerian UMKM Mendukung Penuh
Pameran KOPLING mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian UMKM. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi dan transformasi bagi pelaku usaha. Kementerian UMKM menekankan bahwa penggabungan sektor ekonomi kreatif, budaya, dan UMKM dalam satu panggung besar merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
Selain itu, suasana acara semakin semarak dengan kehadiran musisi papan atas seperti The Changcuters, Drive, Feby Putri, Danilla, hingga Starbee. Para musisi tampil membawakan aransemen koplo modern yang menggabungkan musik pop dengan sentuhan dangdut kekinian. Hal ini menunjukkan bagaimana kreativitas musik dapat menjadi bagian dari ekosistem UMKM dan memberikan nilai tambah bagi acara.
Festival KOPLING: Goyang Ambyar, UMKM Bersinar
Festival KOPLING yang mengusung tagline “Goyang Ambyar, UMKM Bersinar” tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga menghadirkan ratusan UMKM dari sektor kuliner, fesyen, otomotif, dan gaya hidup. Seluruh produk telah melalui proses kurasi oleh tim Kementerian UMKM, sehingga kualitasnya terjamin dan mampu memberikan pengalaman belanja yang beragam kepada masyarakat.
“Kami ingin KOPLING menjadi ruang UMKM bersinar dan sarana memperkenalkan musik koplo tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke kancah internasional,” kata Temmy. Ia menegaskan bahwa festival ini juga menjadi ruang penting bagi musisi untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari ekosistem usaha kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, karya seni dapat dikelola layaknya bisnis profesional yang memerlukan manajemen, perlindungan hak cipta, dan pengelolaan finansial yang baik.
Kolaborasi yang Luas
CEO Gajah Mada Entertainment, Jemmy Tyonoto, menyebut KOPLING sebagai gerakan budaya dan ekonomi yang lebih besar dari sekadar festival musik. Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan BUMN memperluas dampak acara ini karena tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui UMKM.
Tiket Festival Musik KOPLING 2025 dapat diperoleh melalui platform Goers dengan harga Rp99.000 untuk kategori Festival dan Rp150.000 untuk VIP pada Daily Pass, serta Rp185.000 dan Rp270.000 untuk kategori yang sama pada 2 Day Pass.
Besarnya animo masyarakat menunjukkan bahwa perpaduan musik, UMKM, dan budaya memiliki potensi luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan konsep kolaboratif yang melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian BUMN, pelaku kreatif, serta UMKM dari seluruh Indonesia, termasuk Rumah BUMN Jambi dengan produk batik khasnya, Pameran dan Festival Musik KOPLING 2025 menjadi ruang penting bagi penguatan ekonomi rakyat.
Acara ini tidak hanya menggoyang panggung hiburan, tetapi juga mempertegas peran UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar