Rumah Kedua: Kpop Sebagai Pelarian yang Menyembuhkan

K-pop sebagai Tempat Pelarian

Setiap orang pernah merasakan masa di mana hidup terasa berat dan melelahkan. Dunia bisa terasa tidak ramah, penuh dengan tuntutan, penilaian, dan luka yang sulit untuk disembuhkan. Banyak dari kita merasa tidak memiliki rumah yang nyaman, tersingkir dalam lingkungan sosial, kesepian, atau bahkan tidak punya tempat untuk bersandar. Bahkan kepada orang terdekatpun, tidak semua luka bisa diungkapkan. Oleh karena itu, setiap orang membutuhkan tempat pelarian dari dunia yang keras.

Bagi saya, menjadi seorang fans k-pop adalah salah satu tempat pelarian yang sangat berarti. Banyak orang yang menganggap bahwa menyukai k-pop adalah hal yang tidak bermakna atau bahkan "lebay". Mereka mungkin berkata, "Ngapain sih suka K-pop? Lebay banget, kayak artisnya kenal kamu aja!!" atau "ngapain beli-beli merch k-pop? buang-buang duit aja". Banyak juga orang yang menghina fans k-pop. Namun, bagi saya, alasan menjadi fans k-pop bukan hanya sekadar hiburan atau fomo, melainkan cara untuk istirahat dari kejamnya dunia.

Menemukan Kekuatan dalam Lagu dan Idola

Ada masa dalam hidup saya ketika segalanya terasa melelahkan. Bahkan di tempat ramai, saya merasa sendirian. Ada saat-saat dimana saya merasa rendah diri, lelah dengan dunia, dan merasa hampa akan kehidupan. Ketika tekanan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan lainnya begitu besar, saya merasa ingin melarikan diri dari dunia. Di tengah kekacauan itu, saya menemukan k-pop.

Awalnya hanya satu lagu, tapi tanpa sadar, saya mulai merasa nyaman di dunia k-pop. Kehangatan kecil yang saya lihat melalui layar ponsel membuat saya tersenyum tanpa sadar. Lagu-lagu idol favorit saya seakan memahami perasaan yang sulit untuk diungkapkan. Suara mereka menjadi teman saat saya menangis di malam hari. Tawa dan canda mereka dalam variety show menjadi alasan kecil bagiku untuk bertahan melewati suara jahat dunia dan luka hati yang sakit, sehingga saya bisa melewati hari esok.

Belajar Dari Perjuangan Idola

Melihat perjuangan idol melewati segala rintangan untuk mencapai mimpi mereka, membuat saya berpikir bahwa jika mereka bisa berhasil, maka tidak ada alasan untuk saya menyerah. Meski mereka tidak tahu saya ada, setiap tindakan dan kata yang mereka ucapkan membuat saya merasa dipahami. Tidak ada rasa sedih karena mereka tidak tahu saya ada, justru karena saya tidak perlu mengharapkan harapan palsu dan hanya mempercayai hal yang pasti, sehingga saya tidak merasa sakit seperti yang dunia lakukan.

Menjadi fans k-pop juga mengajarkan saya untuk belajar. Ketika banyak hal yang ingin saya miliki tapi tidak bisa didapat dengan mudah, saya harus belajar mencari jalan sendiri. Misalnya, ketika ingin membeli merch k-pop, saya tidak bisa minta uang ke orang tua, jadi saya harus menabung sendiri atau bahkan berjualan. Meskipun hasilnya tidak banyak, tetapi sedikit demi sedikit uang yang saya tabung menjadi sangat berarti.

Rasa Terima Kasih dan Kebahagiaan

Kadang saya berpikir, mengapa saya harus berjuang hanya untuk membeli sebuah barang k-pop yang harganya bisa dibilang mahal. Tapi setiap kali saya mendapat merch yang bisa saya beli, saya merasa bahagia dan haru. Usaha saya dalam membeli merch k-pop juga merupakan bentuk rasa terima kasih kepada idol-idol, karena telah menjadi rumah dan kebahagiaan saya setiap kali saya merasa lelah atau sedih. Seperti semuanya terbayar saat melihat idola favorit saya menjadi sukses berkat fansnya.

Menemukan Keluarga di Dunia K-Pop

Semakin lama saya terjun ke dunia k-pop, semakin saya merasakan rumah yang nyaman. Saya merasa seperti dalam sebuah keluarga, bahkan jika idolnya tidak mengenalku, saya masih bisa mengenal orang-orang baru yang juga menyukai mereka. Menjadi fans k-pop juga membuat saya harus menghadapi pandangan orang-orang yang tidak menyukai k-pop. Kadang saya ingin menjelaskan kepada mereka, tapi sering kali saya hanya tersenyum dan berusaha memahami mereka. Karena saya juga tahu setiap orang pasti memiliki idolanya sendiri.

Mereka tidak tahu bahwa saya menemukan kenyamanan yang tidak bisa saya temukan di dunia nyata. Mereka tidak mengerti bahwa musik itulah yang menemani hari-hari gelap saya, atau bahwa idol-idol itu tanpa sadar memberi saya kekuatan untuk tetap hidup. Kadang kala, saat idola saya merasa sedih, saya turut merasakan sedih, bahkan ketika mereka dihina oleh media, fansnya akan melindungi mereka. Seperti idola itu melindungi dan memberikan kekuatan kepada fansnya untuk menjalani hidup. Ibarat keluarga, hubungan antara fans dan idol saling melindungi dan saling mendukung.

K-pop Sebagai Penyelamat

K-pop bukan hanya hiburan bagi saya, melainkan penyelamat dalam banyak cara. Terkadang saya belajar banyak tentang usaha, mimpi, dan banyak hal lainnya dari k-pop. Ada kalanya, setiap kita takut menghadapi dunia, kita butuh tempat nyaman untuk beristirahat sejenak. Bisa saja tempat itu adalah idola kita, keluarga, teman, atlet favorit, atau hal-hal lainnya. Saya menemukan tempat ternyaman yaitu dalam dunia k-pop, setiap mendengar lagu mereka, muncul secercah harapan.

Menjadi fans k-pop mungkin tidak mengubah seluruh hidup saya, tapi ia mengubah cara saya melihat kehidupan. Ia hadir di masa ketika saya merasa paling sendiri, mengajarkan bahwa luka pun dapat disembuhkan oleh hal-hal kecil yang membuat kita tersenyum. Karena mengenal k-pop, saya menjadi lebih dewasa, tidak bergantung pada orang lain, dan lebih mandiri. Saya mulai belajar bahwa jika ingin mencapai sesuatu, saya harus bisa berusaha sendiri.

Saya bisa mulai terbuka dengan dunia dan menjalani hari dengan nyaman setelah mengenal k-pop, walaupun saya terkadang masih merasakan kekosongan dan kesedihan, tapi dengan mendengar atau menonton idolaku, setidaknya saya bisa melupakan kesedihan itu. Setiap orang memiliki kesulitannya sendiri dalam hidup, ada yang bisa menghadapi dengan tegar sendirian, ada yang butuh pertolongan orang sekitarnya, tapi banyak juga yang kesulitan mendapat pertolongan itu, dan berakhir menutup diri dari dunia. Kini saya sadar, terkadang kita butuh pelarian bukan untuk lari dari hidup, tetapi untuk menemukan alasan agar tetap bertahan menjalani kehidupan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan