
Kondisi Rumah Sakit Pasca-Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara telah kembali beroperasi pasca-bencana. Namun, layanan kesehatan yang disediakan masih menghadapi beberapa kendala serius, terutama terkait pasokan listrik dan infrastruktur yang rusak.
RSUD yang Mulai Beroperasi
Aceh Tamiang
RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang sudah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi. Namun, layanan ICU dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena kendala teknis seperti instalasi air dan pengecekan alat kesehatan. Meskipun kondisi listrik terlihat aman, beberapa alat laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.
Aceh Timur
-
RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak
RSUD ini telah mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik. Namun, masih ada kendala utama berupa ketidakstabilan arus listrik, sehingga membutuhkan dukungan genset dan bahan bakar. Selain itu, ketersediaan air bersih masih terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan rusak. -
RSUD Zubir Mahmud
RSUD ini melayani layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari. Rumah sakit ini membutuhkan pasokan genset dan BBM agar seluruh layanan dapat kembali normal.
Kota Langsa
RSUD Langsa Kota Langsa telah mengoperasikan layanan IGD, rawat inap, serta beberapa layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi karena aliran listrik PLN terhenti selama enam hari, sehingga mesin yang tersedia belum dapat digunakan.
Langkat
RSUD Tanjung Pura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tetap melayani pasien dengan fasilitas terbatas. Hingga 15 Desember, ribuan pasien rawat jalan dilayani menggunakan tenda dan posko darurat, sementara perbaikan fasilitas utama rumah sakit masih berlangsung.
Perkembangan Terkini
Dalam rapat kabinet paripurna, Senin (15/12), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi secara bertahap. "Pada tanggal 26 November lalu, terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. Alhamdulillah, hari ini 100% rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi kembali, meskipun secara bertahap, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi," ujarnya.
Fokus pada Layanan Dasar
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin menjelaskan bahwa fokus pemulihan layanan kesehatan pascabencana adalah memastikan layanan dasar tetap berjalan. "Sebagian besar rumah sakit sudah mulai melayani pasien, namun memang masih ada kendala listrik dan air bersih. Ini yang sedang kami dorong percepatannya agar layanan kritis seperti hemodialisis dan radiologi bisa segera beroperasi," jelasnya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penyediaan genset, BBM, serta perbaikan jaringan listrik. "Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Kami pastikan dukungan logistik kesehatan dan teknis terus dilakukan sampai layanan rumah sakit kembali normal sepenuhnya," tambah Agus Jamaludin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar