
aiotrade, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/12/2025). Penguatan dolar AS juga berdampak pada beberapa mata uang lain di kawasan Asia.
Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah dibuka melemah sebesar 0,01% ke level Rp16.697 per dolar AS. Sementara itu, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS turut melemah sebesar 0,07% ke level 99,01.
Selain rupiah, beberapa mata uang negara-negara Asia juga mengalami penurunan. Contohnya, won Korea Selatan turun sebesar 0,04%, peso Filipina melemah 0,36%, rupee India melemah 0,10%, dan ringgit Malaysia turun 0,15%.
Di sisi lain, beberapa mata uang seperti yen Jepang menguat sebesar 0,09%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,01%, dolar Taiwan menguat 0,12%, yuan China menguat 0,02%, serta baht Thailand menguat 0,06%.
Pergerakan dolar AS yang stabil pada hari ini didorong oleh sikap para investor yang sedang bersiap menghadapi potensi pemotongan suku bunga AS dalam pertemuan The Fed pekan ini. Para investor tetap waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral untuk mencari gambaran lebih luas tentang prospek suku bunga global.
Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa pergerakan rupiah hari ini akan fluktuatif, namun cenderung melemah ke kisaran Rp16.690–Rp16.730. Ia menyebut bahwa prospek kebijakan moneter semakin kabur setelah para pejabat Federal Reserve (Fed) bersikap skeptis terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember.
Para pejabat Fed masih terpecah antara risiko inflasi yang masih ada dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja. Hal ini membuat para pedagang mengurangi ekspektasi pelonggaran lebih lanjut.
Fokus pasar saat ini adalah pada laporan ketenagakerjaan September yang tertunda. Laporan ini dapat memberikan wawasan tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS dan memberikan petunjuk lebih jelas tentang arah suku bunga AS.
Para ekonom memperkirakan jumlah tenaga kerja akan naik sekitar 50.000, naik dari kenaikan 22.000 yang tercatat pada bulan Agustus. Angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat dengan cepat mengubah ekspektasi pasar terhadap pelonggaran suku bunga lebih lanjut.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia memproyeksikan transaksi berjalan pada tahun 2025 akan berada dalam kisaran surplus 0,1% hingga defisit atau current account deficit (CAD) 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Proyeksi tersebut mencerminkan fundamental eksternal Indonesia yang tetap terjaga meskipun menghadapi dinamika ekonomi global. BI menyatakan bahwa neraca pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang tahun ini diperkirakan dalam kondisi yang berdaya tahan, didukung oleh defisit transaksi berjalan yang rendah serta aliran modal yang berpotensi meningkat seiring membaiknya prospek ekonomi nasional.
Selain itu, ketahanan eksternal Indonesia hingga saat ini masih terjaga. Hal ini terlihat dari kondisi NPI yang tetap positif dan mampu menopang stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.
U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar