Ruqyah Besar di Jembatan Barelang Batam Dukung Pencegahan Bunuh Diri

Ruqyah Besar di Jembatan Barelang Batam Dukung Pencegahan Bunuh Diri

Ruqyah on The Street: Inisiatif Berdampak Luas dalam Pencegahan Bunuh Diri

Kegiatan ruqyah besar-besaran yang diadakan di Jembatan I Barelang, Batam, pada Jumat 21 November 2025 lalu, mendapat apresiasi dari International Association for Suicide Prevention (IASP). IASP adalah organisasi internasional yang berkomitmen untuk mencegah perilaku bunuh diri dan mengurangi dampaknya. Didirikan pada tahun 1960 oleh Erwin Ringel dan Norman Farberow, IASP menjalin kerja sama resmi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak 2003, WHO telah menganggap isu bunuh diri sebagai prioritas penting dan bekerja sama dengan IASP dalam memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tanggal 10 September. IASP, yang berbasis di Washington DC, menilai program Ruqyah on The Street (RoS) yang dijalankan Yayasan An Nubuwwah Batam memiliki nilai kemanusiaan tinggi dan berkontribusi dalam upaya pencegahan bunuh diri.

Dalam surat resminya kepada Ketua Yayasan An Nubuwwah, Candra P. Pusponegoro, IASP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menyediakan ruang aman bagi masyarakat yang menghadapi tekanan psikologis, depresi, dan kecemasan. "Kampanye Anda menginspirasi dan berdampak besar dalam meningkatkan kesadaran dan memberi dukungan bagi mereka yang berisiko," tulis IASP dalam suratnya, Rabu (10/12/2025).

IASP menilai gerakan RoS sebagai contoh pendekatan lokal yang efektif, terutama karena Jembatan I Barelang merupakan salah satu lokasi yang sering menjadi tempat kasus bunuh diri. Lebih lanjut, IASP juga mendorong Yayasan An Nubuwwah agar mengirimkan laporan kegiatan dan program yang direncanakan pada tahun 2026, untuk dipromosikan sebagai bagian dari kampanye global secara resmi.

"Kami dengan hangat mendorong Anda untuk mengirimkan kegiatan yang direncanakan tahun depan, menjelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2026," lanjut IASP dalam suratnya. Yayasan An Nubuwwah menyambut baik apresiasi yang diberikan IASP ini. "Semoga kegiatan An Nubuwwah dan RoS semakin bermanfaat untuk umat manusia," kata Candra dalam keterangan tertulisnya yang diterima berita, Kamis (11/12/2025).

Di Batam, gerakan RoS dikenal sebagai program yang memadukan ruqyah syari, konseling dasar, edukasi kesehatan mental, dan pendampingan emosional, bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis. Kegiatan ini telah menarik perhatian publik karena mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang enggan mencari bantuan formal.

Pendekatan Komprehensif dalam Ruqyah on The Street

Ruqyah on The Street (RoS) tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga mengintegrasikan layanan konseling dasar dan edukasi kesehatan mental. Hal ini membuat program ini menjadi solusi yang komprehensif bagi masyarakat yang menghadapi masalah psikologis.

Beberapa fitur utama dari RoS antara lain:

  • Ruqyah Syari: Kegiatan ini dilakukan oleh para ahli ruqyah yang terlatih dan berpengalaman, sehingga mampu memberikan dukungan spiritual yang tepat.
  • Konseling Dasar: Masyarakat dapat berbicara tentang masalah mereka dan mendapatkan dukungan emosional dari para konselor yang terlatih.
  • Edukasi Kesehatan Mental: Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan cara mengelola stres serta kecemasan.
  • Pendampingan Emosional: Setiap peserta diberikan dukungan emosional yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik melalui diskusi kelompok maupun konseling individual.

Peran Penting Jembatan I Barelang dalam Pencegahan Bunuh Diri

Jembatan I Barelang menjadi salah satu lokasi yang sering dikaitkan dengan kasus bunuh diri. Oleh karena itu, kehadiran program RoS di sana sangat penting. Kegiatan ini membuka ruang bagi masyarakat yang merasa terisolasi atau tidak nyaman untuk mencari bantuan formal. Dengan hadirnya RoS, banyak orang yang sebelumnya tidak berani mengakui masalah mereka kini merasa lebih aman dan didukung.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meskipun RoS telah berhasil menarik perhatian masyarakat, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental yang masih rendah. Namun, dengan dukungan dari organisasi seperti IASP, peluang untuk meningkatkan kesadaran dan akses layanan kesehatan mental semakin besar.

Yayasan An Nubuwwah berkomitmen untuk terus mengembangkan program RoS dan memperluas cakupannya. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar dapat tercapai dalam upaya mencegah bunuh diri dan memberikan dukungan yang layak bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan