
Pengumuman Mundur dari Bursa Ketua KONI Kaltim
Rusdiansyah Aras, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua KONI Kaltim untuk periode 2026–2030. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas capaian prestasi olahraga Kaltim yang belum memenuhi target pada PON XXI 2024.
Dalam pernyataannya, Rusdiansyah Aras menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur merupakan pilihan pribadi dan bukan karena tekanan dari pihak mana pun. Ia juga membantah isu adanya intervensi politik dalam pengambilan keputusan tersebut.
“Keputusan ini adalah pilihan hati nurani saya dan rasa tahu diri. Kita harus jujur bahwa kita gagal memenuhi target masuk lima besar pada PON XXI 2024 di Aceh–Sumut. Sebagai pemimpin, saya mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Penjelasan Mengenai Dukungan Pemerintah Daerah
Rusdiansyah Aras juga meluruskan spekulasi terkait hubungannya dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, Rudy Mas'ud dan Seno Aji menunjukkan sikap profesional dalam mendukung pembinaan olahraga daerah.
Ia menjelaskan dukungan konkret berupa dana hibah murni tahun 2026 sebesar Rp16,5 miliar. Selain itu, hibah tahun 2025 senilai Rp45,5 miliar telah ditandatangani melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada 11 Agustus 2025 di Balikpapan, yang disaksikan langsung oleh Gubernur.
“Faktanya, perhatian beliau sangat luar biasa dan sangat profesional. Jadi tidak benar ada tekanan. Justru dukungan anggaran untuk tahun 2026 sudah dikunci sejak tahun lalu sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap atlet kita,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan KONI Kaltim
Menatap masa depan, Rusdiansyah Aras berharap Ketua KONI Kaltim berikutnya mampu menjaga sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keselarasan visi antara KONI Kaltim dan Pemprov menjadi prasyarat utama peningkatan prestasi.
“Siapa pun yang menjadi nakhoda KONI Kaltim empat tahun ke depan, syarat mutlaknya harus sejalan dan seirama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dalam hal ini Bapak Gubernur Rudy Mas’ud. Olahraga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah,” jelasnya.
Optimisme Terhadap Potensi Olahraga Kalimantan Timur
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap potensi olahraga Kalimantan Timur. “Target kita jelas, olahraga Kalimantan Timur harus tetap menjadi yang terdepan di luar Pulau Jawa,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar