
Penemuan Rudal Balistik Hipersonik Oreshnik di Belarus
Sebuah studi yang dilakukan oleh dua peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa Rusia kemungkinan menyimpan rudal balistik hipersonik berkemampuan nuklir baru, yaitu Oreshnik, di pangkalan baru di Belarus timur. Temuan ini sejalan dengan laporan intelijen AS dan didasarkan pada citra satelit dari Planet Labs, sebuah perusahaan satelit komersial.
Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies di California dan Decker Eveleth dari organisasi penelitian dan analisis CNA di Virginia menjelaskan bahwa mereka mengidentifikasi penempatan rudal Oreshnik berdasarkan fitur-fitur yang konsisten dengan pangkalan rudal strategis Rusia. Peluncur Oreshnik akan ditempatkan di bekas pangkalan udara dekat Krichev, sekitar 190 mil (307 km) sebelah timur ibu kota Belarus, Minsk, dan 300 mil (478 km) sebelah barat daya Moskow.
Proyek Konstruksi yang Terburu-buru
Dalam studi tersebut, peneliti menyebutkan bahwa proyek konstruksi yang terburu-buru dimulai antara 4 hingga 12 Agustus 2025 dan menunjukkan ciri-ciri yang konsisten dengan pangkalan rudal strategis Rusia. Salah satu petunjuk yang jelas dalam citra satelit tanggal 19 November adalah titik transfer kereta api kelas militer yang dikelilingi pagar keamanan, tempat rudal, peluncur bergerak, dan komponen lainnya dapat dikirim melalui kereta api.
Fitur lainnya adalah pengecoran bantalan beton di ujung landasan pacu yang kemudian ditutupi dengan tanah, yang menurut peneliti sesuai dengan titik peluncuran yang disamarkan.
Pandangan dari Pakar Nuklir Rusia
Meskipun demikian, seorang pakar kekuatan nuklir Rusia yang berbasis di Jenewa, Pavel Podvig, menyatakan skeptisisme terhadap pengerahan Oreshnik. Menurutnya, pengerahan rudal balistik itu mungkin hanya untuk meyakinkan Belarus tentang perlindungannya.
"Saya tidak melihat bagaimana hal ini akan dipandang di Barat sebagai sesuatu yang berbeda dari yang diterapkan di Rusia," kata dia.
Pesan Politik dari Penempatan Oreshnik di Belarus
Lewis menilai bahwa penempatan Oreshnik di Belarus menggarisbawahi bagaimana senjata nuklir Rusia di luar wilayahnya mengirimkan pesan politik tentang meningkatnya ketergantungan Moskwa pada senjata tersebut.
"Bisakah Anda bayangkan jika kita menempatkan rudal jelajah Tomahawk yang dilengkapi senjata nuklir di Jerman, alih-alih hanya rudal konvensional?" jelas dia.
"Tidak ada alasan militer untuk menempatkan sistem itu di Belarus, hanya alasan politik," sambungnya.
Klaim Putin Mengenai Kemustahilan Dicegat
Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menekankan niatnya untuk menempatkan rudal Oreshnik jarak menengah, dengan perkiraan jangkauan hingga 3.400 mil (5.500 km), di Belarus. Akan tetapi, lokasi tepatnya belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Moskwa menguji coba rudal Oreshnik, yang dalam bahasa Rusia berarti Pohon Hazel, dengan dipersenjatai secara konvensional terhadap sasaran di Ukraina pada November 2024. Putin bersuara bahwa rudal tersebut mustahil untuk dicegat karena kecepatannya dilaporkan melebihi Mach 10.
Namun, Kedutaan Besar Rusia di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara, Kedutaan Besar Belarus menolak berkomentar.
Tanggapan dari Pemerintah Belarus
Kantor berita Belta milik negara, mengutip Menteri Pertahanan Viktor Khrenin pada Rabu (24/12/2025) mengatakan, pengerahan Oreshnik tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa dan merupakan tanggapan terhadap tindakan agresif Barat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar