
Pergerakan Harga Saham EMAS pada Hari Ini
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa, 2 Desember 2025, harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami tekanan. Hingga pukul 11.51 WIB, emiten yang baru melantai di bursa pada September lalu ini terkoreksi tipis 10 poin (0,27%) ke level Rp3.730 per saham.
Koreksi ini terjadi di tengah rilisnya Laporan Keuangan Interim Auditan per 30 September 2025 yang memberikan sentimen beragam bagi para pelaku pasar. Di balik penurunan harga jangka pendek, tersimpan data fundamental yang menunjukkan fase ekspansi agresif perseroan.
Rapor Merah: Pendapatan Tergerus, Rugi Melebar
Berdasarkan dokumen laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja bottom line EMAS memang sedang tidak dalam kondisi prima. Perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar AS$22,27 juta per Kuartal III-2025. Angka ini membengkak signifikan sekitar 158% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year) yang mencatat rugi AS$8,61 juta.
Tekanan pada laba ini dipicu oleh penurunan tajam pada pos top line. Penjualan dan pendapatan usaha tercatat hanya sebesar AS$113.437, anjlok drastis sekitar 93% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai AS$1,74 juta. Hal ini wajar mengingat mayoritas anak usaha utama seperti PT Pani Bersama Tambang dan PT Gorontalo Sejahtera Mining statusnya masih "Belum Beroperasi" secara komersial penuh.
Harta Karun Tersembunyi: Aset Konstruksi Melonjak
Namun, bagi investor bervisi jangka panjang, neraca keuangan (Balance Sheet) EMAS menceritakan kisah yang berbeda. Total Aset perseroan melonjak menjadi AS$712,47 juta per September 2025, naik tajam dari AS$529,72 juta pada akhir 2024.
Kenaikan aset ini didorong oleh pos Aset Dalam Penyelesaian yang mencapai AS$220,56 juta. Angka ini mengindikasikan bahwa dana hasil IPO dan pinjaman benar-benar disalurkan untuk pembangunan infrastruktur tambang (CAPEX). Ini adalah sinyal kuat bahwa perseroan sedang dalam fase konstruksi masif sebelum memulai produksi emas skala besar.
- Total Ekuitas: Naik menjadi AS$386,22 juta (efek dari IPO).
- Kas dan Setara Kas: Posisi kas tebal di angka AS$80,32 juta, memberikan nafas panjang untuk operasional.
Analisis Teknikal dan Tren Harga
Sejak IPO pada 23 September 2025, saham EMAS sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (ATH) di Rp4.950 pada pertengahan Oktober. Saat ini, harga Rp3.730 menunjukkan fase konsolidasi atau cooling down yang sehat setelah reli panjang.
Data perdagangan menunjukkan volume transaksi hari ini mencapai 11,9 juta lembar dengan nilai Rp44,69 miliar. Meskipun terjadi penurunan harga, frekuensi transaksi yang cukup tinggi (4.710 kali) menandakan minat ritel masih cukup besar terhadap saham di sektor Barang Baku ini.
Prospek ke Depan
Sebagai anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang memegang 57,33% saham, EMAS memiliki dukungan grup yang kuat. Kunci pertumbuhan harga saham ke depan tidak lagi pada laporan laba rugi jangka pendek, melainkan pada progres fisik proyek tambang di Gorontalo.
Investor disarankan untuk memantau berita terkait commissioning pabrik dan dimulainya produksi komersial anak usaha, yang akan menjadi katalis utama perubahan dari rugi menjadi laba di masa depan.
Disclaimer
Artikel ini merupakan analisis berdasarkan data publik dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi di pasar modal memiliki risiko. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar