Perdagangan Saham INET Kembali Bergairah Setelah Dibuka Kembali
Perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan pada Rabu, 10 Desember 2025. Setelah sempat diistirahatkan oleh regulator melalui mekanisme suspensi, saham emiten teknologi ini langsung mengalami peningkatan signifikan begitu gembok perdagangan dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data dari sesi terakhir hari ini, saham INET ditutup dengan kenaikan yang cukup mengesankan, berada di level Rp850. Peningkatan ini terjadi di tengah aksi korporasi konversi waran yang terus berlangsung, sehingga jumlah saham beredar di pasar semakin bertambah.
Drama Suspensi dan 'Comeback' INET
Berdasarkan pengumuman resmi BEI No. Peng-UPT-00385/BEI.WAS/12-2025, BEI memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan saham INET dan Waran Seri I (INET-W) mulai sesi I tanggal 10 Desember 2025. Sebelumnya, saham ini digembok sejak 4 Desember 2025 akibat lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Respons pasar setelah suspensi sangat agresif. Data perdagangan 10 Desember 2025 menunjukkan:
- Harga Penutupan: Rp850 (naik dari harga sebelumnya Rp775).
- Volume Transaksi: 105.429.600 lembar saham.
- Nilai Transaksi: Rp89,61 Miliar.
- Frekuensi: 9.299 kali transaksi.
Kenaikan ke level Rp850 ini menunjukkan bahwa minat beli investor masih sangat tinggi, meskipun saham ini baru saja mengalami pendinginan selama hampir sepekan.
Fakta Baru: Banjir Saham Hasil Konversi Waran
Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh investor adalah perubahan struktur modal perusahaan. Selama masa suspensi hingga pembukaan kembali, manajemen INET terus melaporkan penambahan saham baru hasil pelaksanaan (exercise) waran.
Berikut kronologi penambahan saham INET dalam beberapa hari terakhir:
-
Pencatatan 9 Desember 2025
Sebanyak 1.783.559 lembar saham baru diterbitkan hasil konversi waran. Total saham beredar naik menjadi 9.561.290.036 lembar. -
Pencatatan 10 Desember 2025 (Hari Ini)
Jumlah konversi meningkat menjadi 2.939.589 lembar saham baru. Dengan demikian, total saham INET yang beredar saat ini mencapai 9.564.229.625 lembar.
Analisis: Supply vs Demand
Fenomena INET hari ini memberikan data yang menarik. Secara teori, penambahan jumlah saham beredar (supply) akibat konversi waran seharusnya memberikan tekanan jual atau dilusi. Namun, fakta bahwa harga saham justru naik ke Rp850 menunjukkan bahwa permintaan (demand) pasar mampu menyerap seluruh pasokan saham baru tersebut dengan baik.
Per 10 Desember 2025, sisa waran (INET-W) yang belum dikonversi tercatat sebanyak 35.770.375 waran. Investor perlu memantau sisa waran ini karena akan menjadi potensi suplai saham baru di masa depan.
Sebelumnya, BEI juga memberikan peringatan terkait adanya aktivitas pasar yang tidak biasa atas saham tertentu. Meski peringatan ini ditujukan pada saham BSML, namun relevansi untuk saham INET tetap harus diperhatikan mengingat volatilitasnya yang tinggi.
Disclaimer
Artikel ini disajikan sebagai informasi data pasar modal berdasarkan pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia. Tulisan ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda.
Selanjutnya:
Lanjut Pilih Mana? Tabel KUR BRI 2025 Plafon 25 Juta vs 50 Juta: Limit Sama-sama Mikro, Tapi Cicilan Beda Jauh
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar