
Ajang Miss Cosmo 2025 kini memasuki masa karantina menjelang malam coronation yang akan digelar pada 20 Desember 2025. Pada hari Minggu (7/12), para finalis telah memperkenalkan national costume masing-masing, yang merepresentasikan budaya dari negara yang diwakili.
Perwakilan Indonesia, Salma Ranggita, tampil memukau dengan mengenakan busana bertema Lakian Sang Tedong The Sacred Power of the Buffalo yang terinspirasi dari Toraja. National costume Salma Ranggita terinspirasi dari Lakian, upacara pemakaman suci masyarakat Toraja.

Dikutip dari akun Instagram resmi Puteri Indonesia, national costume Salma merupakan rancangan Inggi Indrayana Kendran, yang mengambil inspirasi dari Lakian, yakni upacara pemakaman suci masyarakat Toraja. Ornamen tanduk kerbau yang menghiasi kostum tersebut melambangkan kehormatan, pengabdian, hingga warisan budaya yang abadi. Aksen ini sekaligus menjadi representasi tradisi saat kerbau dipersembahkan dalam upacara tersebut.
Nuansa emas dan hitam yang mendominasi busana menjadi simbol kekuatan dan spiritualitas adat Toraja. Sementara itu pada bagian kepala, Salma mengenakan headpiece ikonik menyerupai atap Tongkonan yang menjulang tinggi. Penambahan detail itu memberikan sentuhan visual budaya yang kuat.
Salma menitikkan air mata saat tampilkan national costume di panggung international

Saat berjalan di atas panggung internasional, Salma terekam meneteskan air mata ketika membawakan national costume tersebut. Belakangan diketahui, ia merasa sedih karena rumah adat Toraja berusia lebih dari 300 tahun yang menjadi inspirasi busananya telah digusur akibat sengketa lahan.
Kejadian ini membuat banyak warganet turut merasa prihatin. Meski demikian, penampilan Salma pada malam itu tetap menuai apresiasi dan pujian.
Beberapa komentar netizen menyampaikan dukungan kepada Salma. Salah satu warganet menulis, Terima kasih @salamaranggitaa kamu luar biasa sudah memperkenalkan Rumah Toraja lewat national costume Tongkonan, tulis akun @mhedyrerung.
Berikut beberapa hal yang membuat penampilan Salma begitu istimewa:
- Kesedihan yang terasa: Salma menunjukkan emosi yang jujur saat tampil. Air mata yang keluar bukan hanya sekadar ekspresi, tetapi juga perasaan yang mendalam tentang hilangnya warisan budaya Toraja.
- Representasi budaya yang kuat: Busana yang dikenakan Salma tidak hanya indah, tetapi juga membawa pesan penting tentang nilai-nilai adat dan kepercayaan masyarakat Toraja.
- Penghargaan dari publik: Meskipun ada kesedihan, penampilan Salma tetap diapresiasi oleh banyak orang. Ini menunjukkan bahwa dia berhasil menyampaikan pesan budaya dengan cara yang menyentuh hati.
Good luck, Salma! Semoga perjalananmu di Miss Cosmo 2025 berjalan dengan lancar hingga malam coronation mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar