
Kesiapan Pemerintah DKI Jakarta dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memastikan ketersediaan pangan masyarakat dalam kondisi aman menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis yang diambil oleh pihak terkait, termasuk pemantauan intensif dan koordinasi lintas lembaga.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyatakan bahwa stok pangan strategis Jakarta dipastikan cukup hingga Januari 2026. Penyebabnya adalah adanya pengawasan yang terus-menerus dan penguatan kerja sama antarinstansi. Menurutnya, 98 persen kebutuhan pangan Jakarta berasal dari luar daerah, sehingga perlu adanya dua pilar utama dalam memastikan ketersediaannya.
Pilar Pertama: BUMD Pangan
Pilar pertama yang menjadi andalan adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan seperti Dharma Jaya, Food Station, dan Pasar Jaya. BUMD ini berperan sebagai distributor dan penyedia stok pangan yang penting untuk masyarakat Jakarta. Dengan peran tersebut, mereka membantu memastikan ketersediaan pangan tetap stabil meskipun menghadapi lonjakan permintaan selama masa liburan.
Pilar Kedua: OPD Teknis
Pilar kedua terdiri dari perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) yang tergabung dalam Satgas Pangan. Melalui pertemuan rutin setiap hari Kamis, kondisi stok dan distribusi pangan dipantau secara berkala.
Eli menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan pangan strategis, seperti beras, daging, dan komoditas pokok lain, telah dihitung secara cermat oleh dinas teknis dan dipenuhi oleh BUMD. Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua komoditas untuk menghadapi Nataru dalam kondisi aman.
Langkah-Langkah Konkret untuk Mencegah Panic Buying
Untuk mencegah panic buying atau pembelian berlebihan, Pemprov DKI Jakarta melakukan beberapa langkah konkret. Antara lain:
- Memperkuat kerja sama antardaerah untuk memastikan ketersediaan pangan.
- Menggelar Gerakan Pangan Murah setiap hari.
- Menghadirkan program pangan subsidi bagi masyarakat tertentu.
Program pangan subsidi ini memberikan paket pangan dengan harga Rp126.000 yang berisi beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, serta susu. Program ini ditujukan kepada pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rusun, pemegang Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan beberapa komunitas lainnya.
Target Penerima Manfaat dan Harapan Pemerintah
Dengan sekitar satu juta penerima manfaat, pemerintah berharap bantuan ini mampu menjaga stabilitas konsumsi dan daya beli masyarakat. Eli menegaskan bahwa Jakarta berada dalam kondisi aman hingga Januari 2026 dan masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi masa liburan Nataru.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar