
Pemerintah Kabupaten Lamongan Siapkan Kesiapan Wisata untuk Libur Sekolah dan Nataru
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memastikan bahwa seluruh destinasi wisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan menjelang libur sekolah, Hari Raya Natal 2025, serta Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya ini dilakukan guna memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Soto.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, menjelaskan bahwa momentum libur sekolah dan Nataru berpotensi menarik banyak wisatawan ke daerah ini. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait dalam melakukan monitoring di berbagai destinasi wisata.
Instansi yang terlibat antara lain Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Lamongan, serta Perusahaan Umum Daerah (PTSP) Kabupaten. “Dalam menyambut wisatawan, prioritas kami adalah keamanan dan kenyamanan. Karena itu, tim melakukan monitoring untuk memastikan kondisi destinasi wisata tetap terjaga,” ujar Rubikah dalam siaran pers humas Pemkab Lamongan, Selasa (9/12/2025).
Selain monitoring, Disparbud juga memberikan pembinaan dan mengirimkan edaran kepada seluruh pengelola wisata agar mempersiapkan sarana prasarana, kebersihan, serta pelayanan dengan baik. Hal ini menjadi penting mengingat libur sekolah dan Nataru bertepatan dengan musim hujan yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau para pelaku usaha pariwisata, khususnya pengelola objek wisata, agar selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.
Rubikah menegaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak positif pada perekonomian daerah, tetapi juga menjadikan Lamongan semakin dikenal sebagai destinasi favorit masyarakat. “Alhamdulillah, jumlah wisatawan terus meningkat. Kepuasan mereka terhadap pelayanan wisata di Lamongan akan mendorong lebih banyak kunjungan berikutnya,” ungkapnya.
Hingga November 2025, tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lamongan mencapai 3.387.695 orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam sektor pariwisata daerah tersebut.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Wisata
Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, Disparbud Lamongan telah melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan. Tim gabungan rutin melakukan patroli di lokasi wisata utama seperti Pantai Kalirejo, Candi Tuban, dan Desa Wisata Nganjuk.
Selain itu, pihak dinas juga aktif dalam memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada pengelola wisata. Pelatihan ini mencakup peningkatan kualitas layanan, pengelolaan sampah, serta pencegahan kecelakaan. Hal ini sangat penting karena sejumlah destinasi wisata memiliki medan yang cukup menantang, terutama saat musim hujan.
- Pembinaan dan pelatihan dilakukan secara berkala.
- Pengelola wisata diberi pemahaman tentang protokol keselamatan.
- Meningkatkan kapasitas SDM pengelola wisata.
Persiapan Menghadapi Musim Hujan
Musim hujan yang dimulai sejak bulan November 2025 memberikan tantangan tersendiri bagi pengelola wisata. Cuaca ekstrem dapat memengaruhi akses menuju destinasi wisata, serta mengganggu aktivitas wisatawan. Oleh karena itu, pihak dinas terus memantau perkembangan cuaca melalui BMKG dan memberikan informasi kepada pengelola wisata.
Pengelola wisata juga diimbau untuk menyiapkan alat-alat darurat, seperti perahu karet dan alat pertolongan pertama. Selain itu, jalur-jalur yang rawan banjir atau longsor harus dipantau secara intensif agar tidak mengganggu aktivitas wisata.
Keberhasilan Pariwisata Lamongan
Peningkatan jumlah wisatawan mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Lamongan. Berbagai program dan inovasi telah dilakukan, seperti penyelenggaraan event budaya, pengembangan desa wisata, serta penguatan branding destinasi wisata.
- Event budaya seperti Festival Budaya Lamongan berhasil menarik perhatian wisatawan.
- Desa wisata seperti Nganjuk dan Kedungsari menjadi pusat minat wisatawan.
- Branding destinasi wisata dilakukan melalui media sosial dan kolaborasi dengan influencer.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan pelaku usaha, pariwisata Lamongan terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Timur.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar