Sania Lulus S1 Ilmu Komputer UGM dengan IPK 3,98

Pengalaman Sania Nadlirotullubba dalam Meraih IPK Tinggi di UGM

Sania Nadlirotullubba adalah salah satu wisudawan dari Prodi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,98 pada wisuda Program Sarjana dan Diploma Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Selasa (25/11/2025) lalu di Grha Sabha Pramana. IPK ini jauh di atas rata-rata lulusan sebanyak 1.729 orang yang mencapai IPK 3,51.

Awal Mula Minat pada Dunia Komputer

Sania awalnya tidak memiliki ketertarikan khusus pada dunia komputer. Namun, setelah mendapatkan saran dari keluarga untuk mencoba bidang lain, ia memutuskan untuk menekuni Ilmu Komputer. Menurutnya, bidang ini menjadi pilihan yang paling relevan karena masih mengandung konsep matematika yang menjadi minatnya.

"Karena kan di dunia komputer masih ada matematikanya, jadi aku memutuskan masuk Prodi Ilmu Komputer," ujarnya.

Tantangan dalam Menyelesaikan Tugas Akhir

Selama masa perkuliahan, Sania menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Pada awalnya, ia tertarik untuk fokus pada keamanan informasi dan memilih laboratorium kriptografi sebagai fokus risetnya. Namun, situasi berubah setelah ia diterima magang di salah satu instansi pemerintahan.

Perbedaan arah penelitian dan pekerjaan membuatnya harus mengganti topik tugas akhir. Ia akhirnya memilih topik yang berkaitan dengan algoritma dan simulasi tsunami. Hal ini memaksa Sania untuk mempelajari konsep persamaan gelombang hingga cara gelombang merambat.

"Banyak hal yang kupelajari itu bahkan nggak diajarkan di kampus, tapi justru dari situ aku mendapat banyak insight baru," katanya.

Strategi untuk Meraih IPK Tinggi

Sania menyebutkan bahwa konsistensi dalam mencatat materi kuliah menjadi kunci utama dalam meraih IPK tinggi. Ia selalu menulis materi pada setiap kelas sehingga memudahkan proses belajar ulang. Kebiasaan membaca dan melakukan review materi secara mandiri juga menjadi peran penting dalam memperkuat pemahamannya.

Selain itu, ia sangat bersyukur atas lingkungan belajar yang suportif dan dosen yang selalu mendukungnya dalam menyelesaikan tugas akhir. Manajemen waktu juga menjadi faktor penting. Saat menjalani magang, ia memastikan agar jam magang hanya digunakan untuk menyelesaikan tugas dan proyek magang yang menjadi tanggung jawabnya. Sementara itu, malam hari ia manfaatkan untuk mengerjakan tugas akhir atau keperluan akademik lainnya.

"Intinya, maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya tugas ya tugas," jelasnya.

Harapan Setelah Lulus

Meskipun mengaku ilmunya masih terbatas dan belum sepenuhnya yakin mengenai kontribusi besar yang bisa diberikan ke masyarakat, Sania berharap dapat memulai dari langkah sederhana, yaitu memberikan pengetahuan yang ia miliki kepada orang lain.

Bagi Sania, berbagi ilmu kepada teman-teman terdekat, keluarga, hingga khalayak luas menjadi salah satu rencana yang ingin diwujudkan setelah ia lulus. Ia juga menuturkan bahwa telah lama memiliki ketertarikan pada kegiatan mengajar.

Dengan gelar sarjana komputer yang telah diraihnya, ia ingin memperkenalkan konsep teknologi kepada masyarakat, khususnya mengenai kecerdasan buatan dan penelitian berbasis teknologi.

"Sejak dulu aku suka banget ngajar, jadi aku berharap bisa membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi," pungkas Sania.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan