
nurulamin.proKegagalan Sassuolo meraih kemenangan di kandang saat melawan Parma diklaim karena Jay Idzes dkk. bermain terlalu naif.
Hal itu disampaikan oleh pelatih I Neroverdi, Fabio Grosso. Grosso melihat duel melawan Parma bisa berlangsung sengit dan seimbang. Namun, apa daya anak asuhnya justru gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin penuh. Sassuolo hanya memetik satu poin saat menjamu Parma di Stadion Mapei, Sabtu (3/1/2026) malam WIB. Sebiji poin yang dipetik itu tak lepas dari hasil seri 1-1.
Padahal Sassuolo sempat unggul lebih dulu atas lawannya via gol Kristian Thorstvedt. Lesakan dari Thorstvedt pada menit ke-12 mampu membawa I Neroverdi unggul 1-0. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan lantaran Parma berhasil menyamakan skor 1-1 di menit ke-24. Tim tamu menyamakan skor via gol Mateo Pellegrino di menit ke-24.
Apa daya bagi Jay Idzes dkk. di babak kedua mereka tidak mampu mencetak gol lagi. Alhasil kedua tim harus puas berbagi 1 poin lewat skor 1-1. Hasil imbang itu cukup disesali oleh Fabio Grosso terutama permainan anak asuhnya yang naif setelah kebobolan.
"Saya mengharapkan pertandingan ini akan berlangsung sengit dan seimbang, dan memang begitu," ucap Grosso, dikutip dari Sky Sport. "Kami berhasil memecahkan kebuntuan meski ruang gerak terbatas, tapi kami terlalu naif saat kebobolan gol penyeimbang."
"Kami tidak berhasil menggandakan keunggulan; kami melakukan beberapa hal baik, ya, tapi ini adalah kejuaraan yang berat." "Pada akhirnya, hasil imbang ini adil, dan kami akan membawa pulang satu poin ini," tutur pelatih asal Italia itu menambahkan.
Akibat hasil seri kontra Parma, Sassuolo belum beranjak dari posisi ke-10 di klasemen sementara Liga Italia. Di samping itu skor 1-1 menjadi yang kedua kalinya diraih I Neroverdi secara beruntun setelah sebelumnya juga mendapatkan skor serupa saat melawan Bologna.
Ini juga membuat Jay Idzes dkk. gagal meraih 3 poin dalam 4 pertandingan terakhirnya di Liga Italia. Pasalnya, hanya 3 angka saja yang bisa dibawa pulang oleh tim promosi itu setelah melalui 4 laga dengan 3 hasil seri dan sekali kalah.
Setelah menghadapi Parma, jadwal berat sudah menunggu Sassuolo. Mereka bakal menghadapi 3 raksasa Serie A secara bergantian per pekannya. Perjalanan berat Sassuolo diawali dengan duel kontra Juventus (7/1), disusul laga menghadapi AS Roma (11/1), dan bentrokan melawan Napoli (18/1).
Evaluasi Performa Sassuolo Setelah Kegagalan Mengalahkan Parma
Sassuolo menghadapi pertandingan yang seharusnya menjadi kesempatan emas untuk meraih tiga poin. Namun, mereka justru gagal memanfaatkannya. Dalam laga tersebut, Sassuolo unggul lebih dulu melalui gol Kristian Thorstvedt pada menit ke-12. Meskipun demikian, keunggulan mereka tidak bertahan lama.
Parma berhasil menyamakan skor di menit ke-24 melalui gol Mateo Pellegrino. Dari situ, Sassuolo tidak mampu memperbaiki performa mereka di babak kedua. Mereka gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, mengakui bahwa permainan timnya terlalu naif setelah kebobolan. Ia mengatakan bahwa timnya sebenarnya memiliki beberapa momen bagus, tetapi tidak mampu mempertahankan keunggulan.
Tantangan Berat yang Menanti Sassuolo
Setelah laga melawan Parma, Sassuolo akan menghadapi tiga tim besar Serie A dalam waktu singkat. Jadwal yang sangat berat ini akan menjadi ujian berat bagi tim promosi tersebut.
Berikut adalah rangkaian pertandingan yang akan dihadapi Sassuolo:
- Juventus (7/1) – Laga melawan juara bertahan Serie A ini akan menjadi awal dari tantangan berat.
- AS Roma (11/1) – Tim ibukota Italia selalu menjadi lawan yang sulit dihadapi.
- Napoli (18/1) – Tim asuhan Luciano Spalletti merupakan salah satu pesaing utama dalam persaingan gelar.
Kondisi Klasemen Sassuolo
Setelah laga melawan Parma, Sassuolo masih berada di posisi ke-10 klasemen sementara Liga Italia. Hasil seri ini membuat mereka belum mampu meningkatkan posisi.
Dalam empat pertandingan terakhir, Sassuolo hanya mampu meraih tiga poin. Mereka mengalami tiga kali imbang dan satu kali kalah. Hal ini menunjukkan bahwa tim promosi tersebut masih kesulitan dalam menembus level tertinggi Serie A.
Namun, dengan kompetisi yang semakin ketat, Sassuolo harus segera memperbaiki performa mereka jika ingin bertahan di Liga Italia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar