Satu tembakan, satu kemenangan: AC Milan mematikan dengan tendangan perdana

Kemenangan AC Milan yang Mengukuhkan Karakteristik Tim Sniper

AC Milan kembali memperkuat reputasinya sebagai tim yang sangat efektif dalam mencetak gol, terutama melalui tembakan tepat sasaran. Kemenangan terbaru mereka di laga Serie A musim ini semakin mengonfirmasi bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri adalah sebuah pasukan sniper yang mematikan.

Pada pertandingan pekan ke-18 Liga Italia yang berlangsung di Stadion Unipol Domus, AC Milan berhasil mengalahkan tuan rumah Cagliari dengan skor 1-0. Kemenangan ini diraih pada Jumat (2/1/2026), membuka tahun 2026 dengan hasil positif bagi Rossoneri.

Meskipun tidak tampil spektakuler di babak pertama, Milan menunjukkan perbaikan signifikan di babak kedua. Di awal babak kedua, mereka langsung menunjukkan agresivitas dan berhasil mencetak gol dalam lima menit pertama. Gol tersebut dicetak oleh Rafael Leao setelah menerima umpan dari Adrien Rabiot. Dengan tendangan kaki kiri yang akurat, bola masuk ke gawang Elia Caprile, menjadikannya gol pertama Milan dalam pertandingan tersebut.

Gol Leao menjadi penentu kemenangan sekaligus membuat Milan sementara memimpin klasemen Serie A. Dengan 38 poin dari 17 pertandingan, Milan unggul dua poin atas Inter Milan, yang akan bermain melawan Bologna pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB.

Massimiliano Allegri mengakui bahwa di babak pertama, Milan sempat kesulitan karena menerima tiga tembakan tepat sasaran dari lawan. Namun, ia mengatakan bahwa timnya kemudian tampil lebih baik dan meningkatkan intensitas permainan.

"Di babak kedua, Cagliari kehilangan intensitasnya dan kami menaikkan gigi," ujar Allegri. Ia juga menyebut bahwa Milan memiliki lebih banyak peluang di babak kedua dan seharusnya bisa mencetak gol dengan lebih baik.

Karakteristik AC Milan yang Menonjol

Kemenangan di kandang Cagliari semakin memperkuat karakteristik AC Milan pada musim ini. Meski sering terlambat panas dan kesulitan menciptakan peluang di awal pertandingan, Milan sangat mematikan ketika sudah berhasil melakukan tembakan tepat sasaran.

Torehan Leao ke gawang Cagliari merupakan gol ke-12 yang dicetak Milan dengan shot on target pertama mereka. Hal ini menegaskan prinsip "one shot one kill" yang menjadi ciri khas tim Merah Hitam. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol, tetapi ketika mereka berhasil melepaskan tembakan tepat sasaran, biasanya langsung berbuah gol.

Menurut data dari Whoscored, AC Milan rata-rata hanya membukukan 13,2 tembakan per pertandingan di Serie A 2025-2026. Angka ini paling sedikit dibandingkan tujuh klub teratas di klasemen. Inter Milan (17,3 per laga), Juventus (15,5), Bologna (13,8), Como (13,7), AS Roma (13,4), dan Napoli (13,3) semua memiliki rata-rata tembakan yang lebih tinggi daripada Milan.

Namun, meskipun jumlah tembakan lebih sedikit, Milan berhasil mencetak 28 gol, menjadikannya posisi kedua terbaik di Serie A setelah Inter Milan (35 gol). Sementara itu, Napoli (24 gol), Bologna (24), Juventus (23), Como (22), dan Roma (20) memiliki jumlah gol yang lebih sedikit dibandingkan Milan.

Dengan performa seperti ini, AC Milan terus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim yang mengandalkan jumlah peluang, tetapi justru tim yang sangat efisien dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan