
Barito Putera Kembali Bermain di Stadion 17 Mei Banjarmasin
Barito Putera Banjarmasin resmi akan menjadi tuan rumah melawan Persiku Kudus pada Senin (5/1/2026) mendatang. Stadion 17 Mei Banjarmasin kembali menjadi home base bagi klub sepak bola asal Kalimantan Selatan ini. Pertandingan tersebut merupakan pertama kalinya Barito Putera bermain di stadion yang telah mengalami renovasi.
Pengembalian stadion sebagai tempat bermain utama bagi Barito Putera adalah hasil dari upaya panjang pemerintah dan pengelola untuk memperbaiki infrastruktur olahraga di Kalimantan Selatan. Pembenahan yang dilakukan tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga upaya menjaga kebanggaan masyarakat terhadap sejarah dan nilai historis yang terkandung dalam stadion ini.
Sejarah Stadion 17 Mei Banjarmasin
Stadion 17 Mei Banjarmasin merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Dibangun pada 17 Mei 1974, stadion ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Soebardjo. Nama "17 Mei" dipilih karena memiliki makna sejarah yang dalam, yaitu perjuangan rakyat Kalsel dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.
Awalnya, stadion ini dibangun di atas tanah bekas sungai yang mengering dan limbah kayu. Pada awal pembangunan, stadion dilengkapi dengan lintasan lari atletik, arena lompat jauh, serta tribun penonton yang terbuat dari kayu. Seiring waktu, stadion ini mengalami beberapa kali renovasi:
- Tahun 1984: Pembangunan tembok pengaman di sekeliling stadion dan penambahan kapasitas tribun barat hingga 2.000 kursi.
- Tahun 1995: Perbaikan rumput lapangan, instalasi listrik, air, toilet, dan pompa penyiram rumput. Renovasi ini didukung oleh PT Barito Timber Group.
- Tahun 2007: Penambahan kapasitas tempat duduk menjadi 15.000 kursi, dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).
- Tahun 2013: Kapasitas ditambah menjadi 30.000 kursi, seiring promosi Barito Putera ke kasta tertinggi Liga Indonesia.
Proses Renovasi Terbaru
Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin memperhatikan kondisi Stadion 17 Mei. Banyak keluhan tentang pagar pembatas yang mengganggu pandangan penonton, serta posisi lapangan yang lebih tinggi daripada tempat duduk penonton terdepan. Hal ini menjadi alasan utama untuk melakukan renovasi.
Proses renovasi dimulai setelah pemerintah dan KONI Kalsel menyelesaikan masalah administratif. Surat Nomor 439.X/KONI/KS/2018 perihal Pengembalian Aset Tanah dan Bangunan menjadi dasar pengembalian pengelolaan stadion kepada Pemprov Kalsel.
Renovasi tahap pertama fokus pada bagian utama seperti Tribun VVIP dan kamar ganti pemain. Proyek ini selesai pada April 2019 dengan biaya sebesar Rp 13 miliar. Tahap kedua, yang mencakup tribun tertutup barat dan timur, serta perbaikan rumput dan ruangan penunjang, dianggarkan sebesar Rp 47 miliar dan dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kalsel.
Masa Depan Stadion 17 Mei
Dengan selesainya renovasi, Stadion 17 Mei Banjarmasin kini siap menjadi tempat bermain utama bagi Barito Putera. Pemain dan suporter dapat menantikan pertandingan yang penuh antusiasme di stadion yang kaya akan sejarah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar