
Persiapan Menghadapi Nataru di Kabupaten Nias
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Nias memperketat pengawasan terhadap kondisi pasar dan distribusi energi rumah tangga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat selama masa perayaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai, S.H., M.H., menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Grha Sanika Satyawada Polres Nias, pada Kamis 11 Desember 2025. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak seperti TNIPolri, Organisasi Perangkat Daerah, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta pihak-pihak pendukung layanan publik lainnya.
Seluruh peserta rakor sepakat untuk menghadapi dinamika akhir tahun yang biasanya ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan pokok. Samson menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani oleh fluktuasi harga. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa periode liburan panjang sangat rentan terhadap spekulasi pasar, terutama pada komoditas kebutuhan rumah tangga.
Ia meminta agar dinas dan lembaga terkait tidak hanya memantau, tetapi juga bertindak cepat ketika ada gejala kenaikan harga yang tidak wajar. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap merasa nyaman dan tidak terganggu oleh isu-isu yang tidak perlu.
Penanganan Masalah Gas Elpiji
Tidak hanya itu, Samson juga menyoroti masalah gas elpiji, yang setiap tahun hampir selalu menjadi isu sensitif menjelang Natal dan Tahun Baru. Ia menegaskan bahwa gas elpiji merupakan barang vital yang distribusinya harus benar-benar dijaga agar tidak terjadi penimbunan atau permainan harga.
Dalam kesempatan itu, Polres Nias memaparkan rencana pengamanan Nataru. Operasi akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan kekuatan 396 personel gabungan. Personel tersebut berasal dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, unsur medis, serta kelompok relawan masyarakat.
Untuk menunjang kelancaran arus orang dan barang, dua titik Pos Pelayanan didirikan di Pelabuhan Pelindo dan Bandara Binaka, sedangkan satu Pos Pengamanan disiagakan di wilayah Kota Gunungsitoli. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama masa liburan.
Kesiapan Personel dan Kondisi Akhir Tahun
Samson mengingatkan bahwa seluruh personel harus berada dalam kondisi siap, profesional, dan responsif. Menurutnya, situasi akhir tahun sering membawa potensi kerawanan, mulai dari kepadatan arus transportasi hingga gangguan keamanan di lingkungan permukiman.
Ia menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja dengan cara yang terkoordinasi. Jika ada masalah, selesaikan secara cepat dan humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman.
Melalui rapat tersebut, Pemkab Nias menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan gas terjamin, serta menciptakan suasana perayaan yang aman dan nyaman. Pemerintah berharap seluruh elemen dapat bergerak serempak agar momen Nataru di Nias berlangsung damai dan tanpa gangguan berarti.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar