
Peringatan PBB terhadap Tindakan Militer Amerika Serikat di Venezuela
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan kekhawatiran terhadap tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Menurut pernyataan juru bicara PBB, Stephane Dujarric, tindakan tersebut dapat menciptakan "preseden berbahaya" yang mengancam stabilitas regional dan keteraturan hukum internasional.
"Meskipun situasi di Venezuela tetap kompleks, tindakan seperti ini bisa menjadi preseden yang sangat berbahaya. Sekretaris Jenderal menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," ujar Dujarric dalam pernyataannya pada hari Sabtu, 03 Januari 2026.
Menurutnya, Guterres sangat prihatin dengan penurunan penghormatan terhadap aturan hukum internasional, terutama dalam konteks konflik yang sedang berlangsung di Venezuela. Ia memperingatkan potensi dampak negatif dari eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Guterres juga mengajak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, sambil menjaga hak asasi manusia dan supremasi hukum. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi PBB.
Kritik dari Pemimpin Negara Tetangga
Para pemimpin Kuba dan Kolombia turut menyampaikan penolakan terhadap serangan yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan stabilitas kawasan.
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengkritik tindakan AS secara keras dan meminta reaksi cepat dari komunitas internasional. Ia menyebut serangan tersebut sebagai "terorisme negara" terhadap rakyat Venezuela. Dalam pernyataannya di media sosial AS X, Diaz-Canel mengecam bahwa kawasan tersebut sedang "diserang secara brutal."
Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyampaikan kekhawatirannya atas laporan ledakan dan aktivitas udara yang tidak biasa di Venezuela. Ia menilai bahwa peningkatan ketegangan tersebut berpotensi memperburuk situasi dan membahayakan penduduk sipil.
Petro menolak segala bentuk tindakan militer sepihak, terlebih jika dapat memperparah konflik atau merugikan masyarakat sipil. Ia menekankan pentingnya solusi damai dan dialog sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan.
Reaksi Internasional
Tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela telah memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia. Selain Kuba dan Kolombia, beberapa negara lain juga menyampaikan kekhawatiran terhadap langkah tersebut. Mereka menilai bahwa tindakan semacam ini dapat memicu konflik yang lebih luas dan mengganggu stabilitas regional.
PBB, melalui pernyataan resminya, menyerukan agar semua pihak terlibat dalam upaya perdamaian dan menjunjung hukum internasional. Hal ini menjadi penting untuk mencegah eskalasi konflik dan melindungi hak-hak dasar warga negara.
Kesimpulan
Ketegangan di Venezuela terus meningkat akibat tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat. PBB dan negara-negara tetangga mengecam langkah tersebut karena dinilai dapat menciptakan preseden berbahaya dan memperburuk situasi. Semua pihak diharapkan dapat bersikap bijak dan memilih solusi damai untuk menyelesaikan masalah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar