Sekolah Negeri Kokap Terancam Longsor, Dinding Retak 20 Cm


KULON PROGO, nurulamin.pro
— Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kokap, yang terletak di Padukuhan Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Daerah Istimewa Yogyakarta, semakin memprihatinkan. Perubahan iklim dan hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan pergeseran tanah sekitar 5 cm. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap struktur bangunan sekolah.

Dampak paling parah terjadi pada ruang UKS dan dapur sekolah. Dinding bangunan tersebut terpisah hingga 15–20 cm dari bangunan utama, menunjukkan adanya risiko struktural yang sangat berbahaya. Kepala SDN Kokap, Surohim, yang baru saja menjabat sejak 1 Januari 2026, menyatakan bahwa situasi ini sangat mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani.

“Kondisi sekolah saat ini sangat mengkhawatirkan. Beberapa bangunan sudah mengalami pergerakan tanah dan retakan cukup besar,” ujar Surohim, Jumat (2/1/2026). Selain ruang UKS dan dapur, area parkir sekolah juga mengalami penurunan tanah. Dinding kantor guru dan kepala sekolah retak dan sebagian miring. Dinding bagian belakang condong ke barat, retakan terlihat di dinding kelas enam, dan tegel lantai koridor pecah.

Riwayat Longsor dan Ancaman Saat Ini

Surohim menjelaskan bahwa lokasi sekolah pernah mengalami longsoran tanah. Namun, pembangunan kembali diduga tidak dilengkapi dengan drainase dan konstruksi yang memadai.

“Air seharusnya mengalir, tapi justru menggenang. Setiap hujan deras, area parkir tergenang 3–5 cm. Lama-kelamaan muncul retakan dan akhirnya seperti sekarang,” tambahnya.

Sebagai respons awal, pihak sekolah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, dan pihak kelurahan berencana menggelar kerja bakti pada Sabtu, 3 Januari, pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan wali murid dari kelas 1–6. Sebanyak 100 karung pasir akan dipasang untuk mengalihkan aliran air dari retakan bangunan.

Surohim menegaskan bahwa langkah ini hanya sementara dan bukan solusi permanen. Akibat kondisi bangunan yang tidak aman, ruang guru dan kepala sekolah dikosongkan. Buku-buku pelajaran dirumpuk di koridor, dan perpustakaan telah dikosongkan. Beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan, sehingga sekolah mempertimbangkan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi sebagian siswa.

Ancaman Bagi Lingkungan Sekitar

SDN Kokap memiliki 79 siswa, mayoritas dari dusun sekitar seperti Sangkre, Ngaseman, Tejogan, dan Samping. Sekolah berdiri di tepi tebing yang diperkuat talut, namun talut sudah retak dan pecah. Bangunan di bawah, termasuk aula koperasi dan eks kantor UPTD, berada sekitar 7–8 meter di bawah dan berisiko terdampak longsor.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, mengatakan tim sarana dan prasarana telah meninjau lokasi dan masih menunggu laporan untuk menentukan langkah lanjutan.

“Untuk SDN Kokap tadi tim sarpras Dikpora sudah langsung meninjau ke lapangan. Kami masih menunggu laporannya,” ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan