
Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua Calon Bintara Polri Tahun 2026 di Maluku
Sebanyak 58 calon siswa (casis) Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 dari Panda Polda Maluku menjalani pemeriksaan kesehatan tahap dua di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, Jumat (12/12/2025). Proses ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa setiap peserta memiliki kondisi kesehatan yang prima sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara komprehensif dan diperiksa langsung oleh tim medis profesional dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku. Hal ini menunjukkan keseriusan institusi dalam memilih calon anggota Polri yang berkualitas dan siap bertugas di wilayah Maluku.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tahap dua bukan sekadar formalitas. Namun, merupakan proses penting untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki kondisi fisik dan mental yang baik.
- Pemeriksaan kesehatan mencakup beberapa aspek, seperti:
- Rontgen untuk memeriksa kondisi paru-paru dan organ dalam
- Pemeriksaan darah untuk menilai kesehatan umum dan kadar zat tertentu dalam tubuh
- Pemeriksaan urine sebagai bagian dari penilaian kesehatan secara menyeluruh
- Pemeriksaan kesehatan jiwa untuk memastikan psikologis peserta stabil dan mampu menghadapi tantangan tugas Polri
Menurut Kombes Rositah, pelaksanaan rikkes tahap dua berjalan dengan tertib dan lancar. Proses ini juga diharapkan dapat mendukung proses seleksi yang transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri serta memastikan bahwa hanya individu terbaik yang akan menjadi anggota Polri.
Polda Maluku menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa proses seleksi benar-benar menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bentuk pengawasan yang ketat agar tidak ada kesalahan dalam pemilihan calon.
Selain itu, Rikkes tahap dua ini turut dihadiri langsung oleh pejabat utama Polda Maluku, termasuk Karo SDM dan Kabid Dokkes. Keberadaan mereka menunjukkan perhatian serius terhadap proses seleksi dan memberikan rasa aman bagi para peserta.
Dengan standar pemeriksaan yang ketat, diharapkan Bintara Polri yang lolos adalah individu-individu terbaik yang siap menjaga keamanan di wilayah Maluku. Proses ini tidak hanya memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri, tetapi juga memberikan jaminan bahwa setiap anggota Polri memiliki kemampuan dan kesiapan yang optimal dalam menjalankan tugasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar