Seluruh 2025, MBG Menjangkau 13.703 Madrasah dan 2,31 Juta Siswa

Seluruh 2025, MBG Menjangkau 13.703 Madrasah dan 2,31 Juta Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dampak Positif pada Pendidikan Islam

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung sepanjang tahun 2025 telah mencapai 13.703 madrasah dengan total 2,31 juta siswa. Program ini menjadi salah satu inisiatif utama dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Selain MBG, sebanyak 9,1 juta siswa madrasah juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis. Layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi siswa, sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

Kementerian Agama mencatat hingga Desember 2025, sebanyak 13.703 madrasah dengan total 2,31 juta siswa telah menerima manfaat dari program MBG. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa penguatan gizi dan kesehatan peserta didik merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam. Menurutnya, madrasah saat ini tidak hanya fokus pada pengembangan karakter keagamaan, tetapi juga membuktikan daya saing akademik di tingkat nasional maupun global. Program seperti MBG menjadi penopang penting dalam proses tersebut.

Selain MBG, lebih dari 9,1 juta siswa madrasah juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memastikan kondisi kesehatan siswa selalu terjaga. Sepanjang tahun 2025, Kemenag mencatat lebih dari 7.800 prestasi siswa madrasah di tingkat nasional dan 351 prestasi di level internasional. Prestasi ini diraih melalui berbagai ajang kompetisi, mulai dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), SNPDB, hingga olimpiade dan kompetisi riset internasional.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khadijah, menjelaskan bahwa MBG menjadi bagian dari strategi kebijakan berbasis data yang dirancang untuk memperkuat ekosistem madrasah secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa prestasi akademik tidak bisa dilepaskan dari kondisi kesehatan dan gizi siswa. Oleh karena itu, MBG ditempatkan sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia madrasah.

Selain MBG, KSKK Madrasah juga mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan penguatan ekoteologi. Hingga 2025, tercatat 1.826 madrasah adiwiyata sebagai baseline nasional, serta peningkatan signifikan jumlah madrasah inklusif yang mencapai 1.853 lembaga. Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) juga menjadi salah satu inisiatif Kemenag dalam mengalokasikan anggaran sebesar Rp402,86 miliar untuk revitalisasi dan digitalisasi sarana prasarana madrasah.

Program ini mencakup rehabilitasi bangunan serta penyediaan perangkat pembelajaran digital, sejalan dengan upaya peningkatan mutu layanan pendidikan. Dengan berbagai program dan inisiatif yang dilakukan, madrasah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek, baik akademik maupun sosial.

Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Islam

Beberapa strategi telah diterapkan oleh Kemenag untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Salah satunya adalah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki nilai-nilai kecintaan terhadap agama, lingkungan, dan sesama. Selain itu, penguatan ekoteologi juga menjadi fokus utama dalam pengembangan madrasah, yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan.

Dalam rangka meningkatkan fasilitas pendidikan, Kemenag juga melakukan revitalisasi sarana dan prasarana madrasah. Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), anggaran besar dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur madrasah, termasuk rehabilitasi bangunan dan penyediaan perangkat pembelajaran digital. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern, sehingga siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar.

Prestasi Siswa Madrasah di Tingkat Nasional dan Internasional

Prestasi siswa madrasah di tingkat nasional dan internasional terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, Kemenag mencatat lebih dari 7.800 prestasi siswa madrasah di tingkat nasional dan 351 prestasi di level internasional. Prestasi ini diraih melalui berbagai ajang kompetisi, seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), SNPDB, serta olimpiade dan kompetisi riset internasional.

Penghargaan yang diraih siswa madrasah tidak hanya memberikan kebanggaan bagi institusi madrasah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan Islam di Indonesia mampu bersaing dengan pendidikan umum. Dengan dukungan dari berbagai program dan inisiatif, madrasah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menghasilkan generasi yang unggul dan berkompeten.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun ada banyak prestasi yang dicapai, madrasah masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya fasilitas yang memadai. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar terhadap masa depan pendidikan Islam di Indonesia terus tumbuh. Dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan, madrasah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang berkualitas dan berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan