Seminar Internasional STIA LAN Bandung: Mengupas Tantangan Ketenagakerjaan Global

Seminar Internasional 2025: Membangun Jembatan Antara Dunia Pendidikan dan Pasar Kerja

Bandung Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik STIA LAN Bandung sukses menyelenggarakan Seminar Internasional 2025 dengan tema Education and Global Employment: Bridging the Academic World and the Workforce in the Digital Era. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan serta peluang dunia pendidikan dalam menghadapi pasar kerja global di era digital.

Seminar internasional tersebut menghadirkan dua narasumber terkemuka yang mewakili perspektif global dan nasional. Narasumber internasional, Patricia Ortega, PhD Researcher dari Institute of Development Studies (IDS), University of Sussex, Inggris, memaparkan berbagai temuan terkait tren ketenagakerjaan global, kebutuhan keterampilan digital, serta studi kasus kebijakan ketenagakerjaan di Meksiko.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana reformasi upah dan penguatan program vokasi mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan digital sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan akses terhadap pekerjaan yang lebih baik.

Sementara itu, narasumber nasional Sabar Gunawan, MA, dosen sekaligus Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik STIA LAN Bandung, menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Ia menekankan masih tingginya skills mismatch, pentingnya upskilling dan reskilling, serta berbagai strategi pemerintah melalui kebijakan vokasi, program Link and Match 8+I, dan penguatan sertifikasi kompetensi guna meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi di pasar kerja.

Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Sabar Gunawan antara lain:

  • Skills Mismatch: Masih banyak lulusan pendidikan vokasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
  • Upskilling dan Reskilling: Pentingnya peningkatan keterampilan agar bisa mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pasar kerja.
  • Kebijakan Vokasi: Peran pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.
  • Program Link and Match 8+I: Upaya pemerintah untuk menghubungkan lulusan dengan dunia kerja.
  • Sertifikasi Kompetensi: Menjadi alat untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar industri.

Direktur Politeknik STIA LAN Bandung dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan industri global, ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan masa depan.

Manfaat Seminar bagi Mahasiswa

Seminar ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa, antara lain:

  • Pemahaman tentang Tren Pasar Kerja: Mahasiswa akan lebih memahami kebutuhan industri dan bagaimana mereka bisa bersaing.
  • Peningkatan Keterampilan: Melalui diskusi dan pembelajaran dari para ahli, mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan mereka.
  • Jaringan Profesional: Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber dan praktisi industri.
  • Motivasi dan Inspirasi: Semangat untuk terus belajar dan berkembang dalam bidang yang diminati.

Langkah Selanjutnya

Politeknik STIA LAN Bandung berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Dengan kolaborasi yang kuat antara pendidikan, industri, dan pemerintah, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang siap dan mampu berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan