Sepuluh Tahun Menanti, Pemkab Purbalingga Kembali Usulkan Jembatan Lamuk-Bukateja

Sepuluh Tahun Menanti, Pemkab Purbalingga Kembali Usulkan Jembatan Lamuk-Bukateja

Upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam Pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja

Pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja di Kabupaten Purbalingga kini menjadi fokus utama pemerintah setempat. Jembatan ini dinilai sangat penting sebagai jalur mobilitas warga, sehingga pihak berwenang terus berupaya mendorong realisasi proyek tersebut melalui skema Bantuan Gubernur Jawa Tengah (Bangub).

Kepala Bidang Bina Marga dari Dinas PUPR Purbalingga, Gunawan Wibisono, menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan ini sudah dilakukan berulang kali sejak sepuluh tahun lalu. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum bisa terealisasi.

"Untuk membangun jembatan tersebut diperlukan dana minimal sebesar Rp30 miliar," ujarnya pada Jumat (12/12/2025). Ia menambahkan bahwa selama ini pihaknya telah mengajukan beberapa rencana pembangunan, termasuk bersamaan dengan Jembatan Wirasana-Kalikajar (Wika). Namun, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus memprioritaskan proyek lain terlebih dahulu.

"Dulu anggarannya sama-sama sekitar Rp15 miliar. Tapi ditunda karena ada pandemi, kemudian muncul lagi, namun hanya untuk Jembatan Wika karena anggaran yang terbatas," jelasnya.

Meskipun belum ada kepastian anggaran, pihaknya menyatakan bahwa Detail Engineering Design (DED) untuk Jembatan Lamuk-Bukateja sudah siap. "Jika dana turun, kami akan langsung bergerak," tambahnya.

Rencana Perbaikan Jembatan Lainnya

Di tingkat kabupaten, DPUPR Purbalingga pada tahun 2026 telah mengusulkan perbaikan permanen untuk dua jembatan lain, yaitu Jembatan Kali Bugel di Toyareja dan Jembatan Kali Lusi di Sumingkir. Meski fokus utama tahun ini masih tertuju pada perbaikan jalan, kebutuhan jembatan tetap diajukan agar bisa segera ditangani.

Jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, jadi tetap kami usulkan, ucap Gunawan.

Harapan Warga terhadap Realisasi Proyek

Di tengah proses yang masih berjalan, warga setempat tetap berharap usulan pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja dapat segera terealisasikan. Bagi mereka, jembatan ini menjadi pintu bagi mobilitas yang lebih mudah dan waktu tempuh yang lebih efisien.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mengurangi beban transportasi yang selama ini terjadi akibat kondisi jalan yang tidak memadai.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan peningkatan aksesibilitas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat koneksi antar wilayah.

Selain itu, pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan yang dilakukan.

Tantangan dan Solusi

Meskipun ada tantangan dalam hal anggaran, pihak pemerintah tetap mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Selain itu, pihak pemerintah juga berupaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada agar dapat digunakan secara efisien dan efektif. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu mewujudkan visi pemerintah dalam membangun daerah yang lebih baik.

Kesimpulan

Proyek pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja merupakan salah satu prioritas pemerintah Kabupaten Purbalingga. Meskipun masih dalam proses pengajuan dan pencairan dana, upaya yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan