Setelah Bantu Rp7,5 Miliar, Pemprov Kaltim Tambah Donasi Rp1,5 Miliar untuk Aceh

Setelah Bantu Rp7,5 Miliar, Pemprov Kaltim Tambah Donasi Rp1,5 Miliar untuk Aceh

Aksi Kemanusiaan Pemerintah Kalimantan Timur untuk Aceh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan aksi nyata dalam bentuk solidaritas antarpulau. Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, secara langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar dari masyarakat Kalimantan Timur untuk membantu pemulihan musibah bencana di Provinsi Aceh. Penyerahan bantuan dilakukan pada Sabtu (3/1/2026) di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Rombongan dari Bumi Etam disambut hangat oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Bantuan ini merupakan hasil donasi masyarakat melalui program "Kaltim Peduli Bencana" yang dikoordinir oleh pemerintah provinsi. Penyerahan bantuan kali ini menjadi bukti komitmen Pemprov Kaltim dalam memberikan dukungan kepada daerah yang terkena dampak bencana.

Gubernur Rudy Mas'ud mengungkapkan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menyerahkan materi, melainkan membawa pesan empati dan duka cita mendalam dari seluruh warga Kalimantan Timur. Ia menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh.

"Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Kaltim, kami turut berduka cita. Kami berharap musibah ini dapat segera dilalui dan masyarakat Aceh bisa kembali bangkit lebih kuat," ujar Rudy dalam kunjungannya.

Bantuan senilai Rp1,5 miliar ini merupakan penyaluran tahap ketiga. Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan bantuan besar melalui APBD senilai Rp7,5 miliar yang dibagi untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dengan tambahan bantuan kali ini, total kontribusi dari Kaltim mencapai Rp9 miliar.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kepedulian masyarakat Kalimantan Timur. Menurutnya, hubungan kedua provinsi ini telah terjalin lama sebagai satu bangsa yang serumpun. Ia menyebutkan bahwa ini adalah bantuan ketiga yang diterima dari Kaltim.

"Ini adalah bantuan ketiga yang kami terima dari Kaltim. Total kontribusi mereka luar biasa, dari Rp7,5 miliar hingga tambahan Rp1,5 miliar hari ini. Insya Allah, amanah ini akan segera kami salurkan kepada warga yang paling membutuhkan," kata Fadhlullah.

Setelah prosesi penyerahan di bandara, rombongan yang terdiri dari Ketua TP PKK Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum, Kadis Kominfo Muhammad Faisal, serta Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan, langsung bertolak menuju Kabupaten Pidie Jaya. Di sana, mereka dijadwalkan kembali menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kuat bahwa jarak geografis yang jauh antara Kalimantan dan Sumatera bukan menjadi penghalang bagi rasa persaudaraan dan solidaritas nasional di tengah masa sulit. Melalui bantuan ini, Pemprov Kaltim menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir dan membantu sesama warga negara yang sedang menghadapi kesulitan.

Bentuk-Bentuk Bantuan yang Disalurkan

  • Bantuan senilai Rp1,5 miliar yang diserahkan secara langsung oleh Gubernur Rudy Mas'ud.
  • Bantuan melalui program "Kaltim Peduli Bencana" yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi.
  • Penyaluran bantuan tahap ketiga setelah alokasi sebesar Rp7,5 miliar sebelumnya.
  • Rombongan juga akan menyalurkan bantuan langsung ke Kabupaten Pidie Jaya, tempat yang terdampak bencana.

Komentar dari Tokoh Setempat

  • Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kaltim.
  • Ia menekankan bahwa hubungan antara dua provinsi ini sudah terjalin lama sebagai satu bangsa yang serumpun.
  • Fadhlullah berjanji akan segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Kesimpulan

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi contoh nyata dari rasa persaudaraan dan solidaritas nasional. Dengan berbagai bentuk bantuan yang disalurkan, Kaltim menunjukkan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang dalam membantu sesama. Hal ini juga menjadi bukti bahwa kepedulian dan empati bisa lahir dari hati yang tulus, meskipun terpisah oleh wilayah yang jauh.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan