
Evaluasi Kekalahan Persijap Jepara dari Persija Jakarta
Persijap Jepara harus menerima kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pertandingan ini menjadi salah satu laga penting dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026. Pelatih kepala Persijap, Divaldo Da Silva Teixeira Alves, memberikan evaluasi terkait hasil tersebut.
Perbedaan Kualitas dan Mentalitas Pemain
Divaldo mengakui bahwa perbedaan kualitas dan mentalitas pemain menjadi faktor utama dalam kekalahan timnya. Ia menilai bahwa Persija Jakarta tampil lebih unggul dalam hal penguasaan bola dan intensitas permainan. Tekanan yang diberikan oleh para pemain Persija, seperti Rizky Ridho, membuat Persijap kesulitan mengimbangi permainan lawan.
"Kualitas pemain Persija memang terlihat dan istimewa. Mereka layak mendapatkan 3 poin hari ini," ujarnya. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa beberapa pemain Persijap memiliki peluang untuk mencetak gol, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang perlu diperbaiki.
Penyelesaian Akhir sebagai Fokus Utama
Meskipun kalah, Divaldo menegaskan bahwa pemain tidak perlu merasa putus asa. Ia menekankan pentingnya tetap menunjukkan keberanian dan daya juang tinggi dalam kondisi apa pun. Menurutnya, Persijap masih mampu menciptakan peluang di setiap laga, meskipun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
"Ada beberapa pemain (Persijap) sepanjang pertandingan punya peluang. Kalau ada keputusan lebih tepat mungkin hasilnya akan berbeda," tambahnya.
Harapan untuk Putaran Kedua
Divaldo berharap adanya perbaikan komposisi pemain di sejumlah posisi krusial. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan pemain berpengalaman di Liga 1 serta meningkatkan kontribusi pemain asing yang memiliki kualitas mumpuni. Salah satu harapan besar adalah kepada pemain anyar Persijap, Borja Herrera, yang dinilai memiliki kualitas finishing untuk menambah variasi serangan tim, khususnya dari lini kedua di belakang striker.
Dukungan Suporter
Pelatih asal Portugal itu juga menaruh harapan besar kepada para pendukung Persijap Jepara. Ia mengajak suporter terus memberikan dukungan penuh kepada Laskar Kalinyamat dalam menghadapi persaingan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
"Supporter Jepara butuh 3 poin, butuh harapan lagi. Saya paham. Tapi mereka tetap percaya dan dukung kita. Tim kita, saya percaya bisa keluar dari zona degradasi. Dukungan supporter punya peran serta, tetap dukung agar bisa sama-sama ke depan untuk lebih bagus lagi," harapnya.
Jalannya Pertandingan
Persijap Jepara kembali pulang dengan tangan kosong setelah dikalahkan Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (3/1/2026) sore tersebut dimenangkan tim tuan rumah dengan skor 2-0 tanpa balas.
Anak asuh Divaldo Da Silva Teixeira Alves tak mampu menciptakan gol di gawang Persija Jakarta yang dikawal Carlos Eduardo Soares Mota. Sementara penjaga gawang Persijap Jepara, Sendri Johansyah, dipaksa memungut bola dua kali dari gawang yang dijaga.
Pada 45 menit babak pertama selesai, kedua tim bermain sama kuat dengan skor akhir 0-0. Skuat Laskar Kalinyamat mampu mempertahankan gawangnya tak kebobolan demi membawa pulang 1 poin dari Jakarta. Namun, petaka terjadi di 45 menit babak kedua berlangsung.
Serangan bertubi-tubi Persija Jakarta ke lini pertahanan Persijap akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-61, pemain sayap kiri Persija, Arlansyah Abdulmanan berhasil mencetak gol pembuka untuk Persija. Arlansyah menerima umpan tarik Hanif Sjahbandi di dalam kotak penalti Persijap. Tembakan cantik Arlansyah mampu mengoyak gawang Laskar Kalinyamat, skor berubah 1-0.
Anak asuh Divaldo hanya sesekali melakukan serangan balasan di babak kedua. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Persijap kembali dijebol pemain Persija pada menit ke-79. Pemain pengganti, Aditya Warman menambah keunggulan timnya menjadi 2-0 lewat tendangan plessing apik dari luar kotak penalti merubah papan skor.
Persijap Jepara tak mau berputus asa tertinggal 2 gol dengan melancarkan serangan pada menit ke-81. Penetrasi Carlos Franca ke lini pertahanan Persija diakhiri dengan umpan tarik terukur ke kaki Rizki Hidayat. Namun, tendangannya berhasil diblok pemain bertahan Persija.
Insiden terjadi pada menit ke-85, pengadil lapangan menghadiahi kartu merah kepada Carlos Franca atas insiden yang terjadi di lapangan. Namun kartu merah tersebut dianulir oleh wasit setelah terjadi diskusi pengadil lapangan dengan wasit VAR.
Hingga 90 menit pertandingan berakhir, skor 2-0 tidak berubah untuk kemenangan Persija Jakarta atas Persijap Jepara.
Klasemen dan Harapan
Dengan hasil ini, Persijap Jepara masih tertahan di peringkat ke-19 dengan koleksi 9 poin. Divaldo berharap bahwa timnya dapat bangkit di putaran kedua dengan perbaikan komposisi pemain dan dukungan suporter yang semakin kuat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar