Setelah Kunjungan ke Pakistan-Rusia, Prabowo Langsung ke Sumatera Pantau Bencana


MEDAN, berita
Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah melakukan perjalanan dinas ke Pakistan dan Rusia. Kedatangannya di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, tercatat pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.40 WIB. Pesawat Republik Indonesia PK-GIG yang ditumpangi oleh Presiden mendarat dengan aman.

Kehadiran Presiden disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo. Setelah tiba, Presiden menyalami satu per satu pejabat yang hadir di bandara. Selanjutnya, ia naik mobil kepresidenan dan meninggalkan lokasi bandara.

Kedatangan Presiden ke Medan dilakukan untuk meninjau kembali penanganan bencana pasca banjir bandang dan longsor yang melanda pulau Sumatera. Dalam rencananya, Presiden akan mengunjungi beberapa titik terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Beberapa hal yang akan diperiksa dalam kunjungan ini antara lain:
Pengecekan posko pengungsian untuk memastikan kondisi tempat tinggal para korban bencana telah memadai.
Pendistribusian logistik seperti makanan, air bersih, serta kebutuhan pokok lainnya.
Layanan kesehatan yang tersedia di area terdampak bencana.
Kesiapan unsur TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan bagi warga.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berlangsung secara efektif dan humanis. Hal ini mencakup pemenuhan kebutuhan pangan, layanan kesehatan, hingga percepatan perbaikan infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, tanggul, dan jaringan komunikasi.

Sebelumnya, banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu. Bencana tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan hilang. Berdasarkan data dari BNPB, hingga Kamis (11/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 990 orang.

Sementara itu, jumlah korban hilang di ketiga provinsi tersebut terus berkurang. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa jumlah korban hilang berkurang dari 252 menjadi 222 nama setelah dilakukan rekapitulasi kembali bersama kabupaten dan kota.

Kunjungan Presiden ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa seluruh upaya penanganan bencana berjalan secara optimal dan mampu memberikan perlindungan serta dukungan kepada masyarakat yang terdampak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan