Setidaknya 45 Orang Tewas dalam Serangan AS ke Venezuela


nurulamin.pro.CO.ID, MOSKOW - Puluhan orang, termasuk personel militer dan warga sipil, dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela pada hari Sabtu (3/1/2026). Angka ini disampaikan oleh sumber-sumber lokal di negara tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengungkapkan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS telah menewaskan pejabat pemerintah, anggota militer, serta warga sipil. Penjelasan ini diberikan setelah beberapa laporan menyebutkan adanya operasi militer besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan besar terhadap Venezuela. Ia juga menyatakan bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.

Media lokal di Caracas melaporkan sejumlah ledakan yang terjadi di ibu kota. Mereka menyebutkan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh unit elit Delta Force. Namun, otoritas Venezuela masih belum dapat memverifikasi keberadaan Maduro. Mereka meminta AS untuk memberikan bukti bahwa presiden mereka masih hidup.

Trump kemudian merilis sebuah foto yang diklaimnya menunjukkan Maduro sedang berada di atas kapal milik AS. Foto tersebut menjadi bahan perdebatan antara pihak AS dan Venezuela.

Beberapa anggota Kongres AS menyatakan bahwa operasi tersebut tidak sah dan melanggar hukum internasional. Sementara itu, pihak pemerintah AS menyatakan bahwa Maduro akan menghadapi persidangan atas tindakan-tindakan yang dianggap ilegal.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana untuk mengajukan banding ke organisasi internasional terkait tindakan Washington. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan rapat darurat yang membahas serangan AS terhadap Venezuela.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela. Moskow mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap laporan bahwa Maduro dan istrinya dipaksa meninggalkan negara sebagai bagian dari agresi AS.

Lebih lanjut, Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya serta upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam situasi yang sedang terjadi di sekitar Venezuela.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Venezuela semakin memanas, dengan berbagai pihak mencoba memperkuat posisi masing-masing. Dampak dari serangan ini tidak hanya terasa di dalam negeri Venezuela, tetapi juga berpotensi memicu reaksi internasional yang lebih luas.

Selain itu, banyak pihak khawatir tentang stabilitas politik dan keamanan di kawasan tersebut. Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai mengamati perkembangan situasi dengan cermat, sambil menunggu respons resmi dari pihak-pihak terkait.

Perlu diingat bahwa informasi yang tersedia saat ini masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring waktu. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan sumber-sumber berita yang terpercaya untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan