Sherly Annavita Bercerita tentang Trauma yang Dialaminya dan Alasan Tidak Laporkan ke Polisi


JAKARTA, nurulamin.pro
- Influencer Sherly Annavita berbagi pengalamannya mengenai dugaan teror yang ia alami. Ia menyampaikan bahwa setelah kejadian pada 30 Desember 2025, tidak ada tindakan teror lanjutan yang dialaminya.

Sherly menjelaskan bahwa hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah mengalami situasi serupa, meskipun tidak sepenuhnya sama.

"Sebelumnya, saya pernah menerima teror yang mirip, meski tidak spesifik seperti sekarang. Kejadian itu terjadi pada tahun 2019," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Jumat (2/1/2026).

Menurut Sherly, saat itu ia memberikan pandangan pribadinya tentang pemindahan ibu kota negara dalam sebuah program televisi. Setelahnya, ia menerima kiriman tanpa nama tujuan dan penerima. "Saya merasa mencurigakan, jadi saya tidak membuka paket tersebut. Akhirnya saya serahkan kepada satpam, dan mereka menindaklanjuti," tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa pesan-pesan melalui direct message (DM), WhatsApp, atau nomor-nomor yang melakukan doxing (penyebarluasan informasi pribadi tanpa izin) sudah rutin ia terima selama lima tahun terakhir. Namun, aksi yang langsung menyasar ke rumahnya hanya terjadi pada 2019 dan 2025 lalu.

Mengenai teror terbaru, Sherly mengatakan bahwa ia sempat berpikir untuk melaporkan ke polisi. Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal dan berkonsultasi dengan pihak lain, ia memutuskan untuk tidak melaporkannya.

"Saya mempertimbangkan dan berkonsultasi dengan beberapa pihak, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melaporkan teror yang menimpa saya ke pihak kepolisian," katanya.

Alasan pertama adalah karena skala teror yang ia alami belum sampai pada tingkat yang membahayakan keselamatan. "Saya pikir tatarannya masih dalam skala yang bisa dianggap sebagai peringatan," ujarnya.

Alasan kedua adalah karena CCTV yang merupakan bukti penting milik tetangga. "Saya belum memasang CCTV di rumah. CCTV itu milik tetangga, dan mereka sangat suportif serta kooperatif hingga saat ini. Maka dari itu, saya merasa tidak perlu melaporkan ke polisi," tambahnya.

Sherly juga menyampaikan rencananya untuk segera kembali ke Aceh guna menyalurkan bantuan kepada korban bencana. "Saya khawatir jika melaporkan ke polisi, proses akan terhambat," ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dugaan teror yang dialami oleh influencer dan aktivis lainnya. Sebelumnya, DJ Donny telah melaporkan dugaan terornya ke polisi.

Sherly berharap polisi bisa menuntaskan laporan DJ Donny. Menurutnya, jika kasus tersebut terungkap, dirinya dan influencer lain bisa merasa lebih aman.

Ia menambahkan bahwa dirinya dan para influencer lain akan merasa lebih terlindungi jika pihak kepolisian proaktif mengumpulkan informasi dari influencer-influencer yang diduga menjadi korban teror, meskipun belum membuat laporan resmi ke polisi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan