Shin Tae-yong Dituduh Penganiaya Pemain Ulsan

Shin Tae-yong Dituduh Penganiaya Pemain Ulsan

Kasus Penamparan Shin Tae-yong yang Viral di Media Sosial

Sebuah video yang menunjukkan aksi penamparan oleh pelatih asal Korea Selama, Shin Tae-yong (STY), terhadap pemain Ulsan Hyundai, Jung Seung-hyun, kini tengah viral di media sosial. Insiden ini memicu perdebatan besar mengenai etika pelatih dan perlakuan terhadap pemain sepak bola.

Peristiwa yang Menyebabkan Kontroversi

Jung Seung-hyun, pemain berusia 31 tahun, mengaku terkejut dengan bocornya video tersebut. Ia menyatakan bahwa meskipun sebelumnya banyak orang melihat tamparan sebagai bentuk kedekatan antara pelatih dan pemain, tindakan itu menurutnya sudah melewati batas. Ia juga menegaskan bahwa kasus seperti ini pernah terjadi, tetapi tidak seharusnya lagi terjadi di era modern.

Video tersebut kini tersebar luas dan menjadi sorotan publik Korea Selatan. Jung menilai bahwa aksi penamparan tersebut merupakan bentuk penganiayaan. Ia berharap kapten tim Ulsan, Lee Chung-yong, serta pihak klub akan memberikan klarifikasi terkait insiden ini.

Pernyataan Shin Tae-yong

Sementara itu, Shin Tae-yong buka suara terkait kasus ini. Pelatih berusia 55 tahun itu mengakui melakukan penamparan, tetapi menegaskan bahwa tindakannya tidak berniat menyerang. Menurut Shin, aksi tersebut merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang terhadap pemain yang pernah ia temui sejak Olimpiade dan Piala Dunia.

“Seung-hyun adalah murid yang saya sayangi. Saya menyadari ekspresi saya berlebihan, dan jika ia merasa tersakiti, saya minta maaf. Saya ingin bertemu langsung untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Shin Tae-yong.

Kembali Latih Timnas Indonesia?

STY ternyata masih berharap kelak bisa kembali membela Timnas Indonesia. Keinginan itu juga selaras dengan kemauan sebagian suporter Timnas. Pernyataan itu dia ucapkan saat berbincang di Youtube JekPot bersama Jeong Seok-seo, penerjemah STY selama melatih di Indonesia.

Kala itu pria yang akrab disapa Jeje tersebut membacakan pertanyaan dari para suporter. Salah satu di antaranya adalah apakah STY bersedia kembali melatih Timnas Indonesia andai diminta PSSI? STY dengan lugas menjawab bersedia. Dia mengatakan dirinya tidak menutup kemungkinan kembali melatih Timnas.

Alasannya karena penggemar sepak bola Indonesia sudah memberikan banyak hal kepadanya. “Saya enggak menutup kemungkinan. Soalnya penggemar sepak bola Indonesia udah banyak kasi hal ke saya. Jadi, saya mungkin kembali kalau ada kesempatan,” ujarnya.

Pernyataan itu diucapkan 64 hari sebelum PSSI memecat Patrick Kluivert.

Rekam Jejak Shin Tae-yong di Ulsan Hyundai

Setelah dipecat dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjadi pelatih di klub di kampung halamannya, Ulsan Hyundai. Namun alih-alih sukses, dirinya dipecat setelah melatih hanya selama dua bulan. Penyebabnya adalah buruknya rekor kemenangan.

Pasca dipecat, hubungan STY dengan Ulsan tidak langsung berakhir. Namun kini, hubungan tersebut diwarnai perang dingin. Kala melatih Ulsan, STY dianggap merusak suasana tim dan tidak menghormati pemain. Bahkan kini dia dianggap sudah melakukan penganiayaan.

Komentar dari Suporter

Beberapa suporter sepak bola Indonesia berharap STY dapat kembali melatih Timnas. Mereka menilai bahwa pengalamannya sebagai pelatih telah memberikan dampak positif pada tim. Meski demikian, beberapa pihak juga khawatir dengan cara-cara yang digunakan oleh STY dalam mengatur pemain.

Dengan situasi ini, banyak yang menantikan klarifikasi lebih lanjut dari pihak Ulsan dan STY sendiri. Video yang viral ini juga menjadi bahan diskusi tentang etika dan cara pelatih dalam mengelola tim.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan