Siaga Penuh di Selatan Bogor, Pospol Gadog Jadi Pusat Respons Cepat Bencana

Siaga Penuh di Selatan Bogor, Pospol Gadog Jadi Pusat Respons Cepat Bencana

Pemkab Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menetapkan status siaga bencana menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam pernyataannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa status siaga bencana akan berlaku hingga tahun depan.

”Kami menetapkan status siaga bencana sampai dengan tahun depan, menindaklanjuti imbauan dari Pemprov Jabar,” ujar Rudy Susmanto pada Rabu 10 Desember 2025.

Dalam kondisi tersebut, Pemkab Bogor juga telah membentuk tim reaksi cepat (TRC) bersama Kepolisian Resor (Polres) Bogor di empat zonasi wilayah rawan bencana. Salah satu wilayah prioritas adalah kawasan selatan Kabupaten Bogor, di mana Pos Polisi (Pospol) Gadog menjadi titik utama kesiapsiagaan.

”Di wilayah selatan kita mempersiapkan beberapa alat berat yang terparkir di situ, sehingga pada saat di wilayah selatan terjadi bencana mobilitas untuk alat berat juga lebih dekat. Operator juga kita siagakan di posko bersama di Pospol Gadog,” tambahnya.

Wilayah Rawan Bencana di Majalengka

Sementara itu, Kabupaten Majalengka berada di urutan ke-14 daerah rawan bencana di Jawa Barat. Tahun ini saja, tercatat sebanyak 354 kejadian bencana seperti longsor, banjir, dan angin kencang. Hal ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan di saat puncak musim penghujan yang akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, dalam rapat Siaga Darurat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026, menjelaskan adanya beberapa titik rawan bencana banjir. Salah satunya berada di gerbang Tol Cipali, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, yang sering terendam hingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Kejadian ini disebabkan oleh luapan Sungai Cipelang dari arah Sumedang. Air yang meluap tidak bisa masuk ke Sungai Cimanuk ketika terjadi luapan air yang cukup tinggi. Dampaknya bisa membanjiri kawasan persawahan dan permukiman di wilayah tersebut.

Banjir juga sering melanda wilayah Desa Kadipaten akibat luapan Sungai Cipitis yang mulai dangkal dan menyempit. Hal ini meningkatkan risiko bencana di wilayah tersebut.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Wily Adrian menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak menghadapi ancaman bencana. Menurutnya, bencana bisa datang tanpa diduga dan memerlukan persiapan yang matang dari berbagai pihak.

Langkah-Langkah Pemkab Bogor dalam Menghadapi Bencana

Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh Pemkab Bogor dalam menghadapi ancaman bencana:

  • Pembentukan tim reaksi cepat (TRC) bersama Kepolisian Resor (Polres) Bogor di empat zonasi wilayah rawan bencana.
  • Penyiapan alat berat di wilayah selatan Kabupaten Bogor, khususnya di Pospol Gadog, untuk mempercepat respons dalam keadaan darurat.
  • Pengawasan dan pemantauan terhadap wilayah-wilayah rawan bencana, seperti kawasan selatan dan kawasan lainnya yang memiliki potensi bahaya.
  • Kerja sama dengan instansi terkait, termasuk BPBD dan aparat kepolisian, untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi bencana.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Bencana

Selain upaya pemerintah, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Mematuhi himbauan dari pihak berwenang terkait kondisi cuaca dan potensi bencana.
  • Melakukan pembersihan saluran air dan drainase di lingkungan sekitar untuk mencegah terjadinya banjir.
  • Mengikuti pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi lokal.
  • Membentuk kelompok warga yang siap bekerja sama dalam keadaan darurat.

Kesimpulan

Status siaga bencana yang ditetapkan oleh Pemkab Bogor menunjukkan keseriusan dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Selain itu, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan bencana juga terus dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang bisa terjadi. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan