Siapa Clay Higgins, anggota DPR yang satu-satunya menolak pengungkapan berkas Epstein?

Peran Rep. Clay Higgins dalam Pembuatan Undang-Undang Terkait File Epstein

Pada hari Selasa, Rep. Clay Higgins (R-La.) menjadi satu-satunya anggota DPR yang menolak sebuah rancangan undang-undang yang akan memaksa Departemen Kehakiman untuk mengungkapkan file terkait mantan pelaku pelecehan seksual Jeffrey Epstein. Higgins, seorang anggota legislatif konservatif dengan latar belakang kepolisian, menyatakan bahwa ia selalu berpegang pada suara "tidak" terhadap Undang-Undang Transparansi File Epstein sejak awal.

Dalam pernyataannya di platform X, Higgins menulis: “Sejak awal, saya adalah 'tidak' yang prinsipal terhadap Undang-Undang Transparansi File Epstein. Sebagai ditulis, undang-undang ini mengungkap dan merugikan ribuan orang tak bersalah—saksi, orang-orang yang memberikan alibi, anggota keluarga, dll.”

Ia menambahkan: “Jika diadopsi dalam bentuk saat ini, jenis pengungkapan luas file investigasi kriminal yang diberikan kepada media yang penuh semangat akan pasti mengakibatkan orang-orang tak bersalah terluka. Bukan oleh suaraku.”

Latar Belakang Politik dan Kepercayaan Higgins

Dalam biodata resminya, Higgins membanggakan dirinya sebagai salah satu anggota Kongres paling konservatif dan sering kali mengacu pada latar belakang kepolisian-nya. Ia juga merupakan anggota House Freedom Caucus dan menjabat sebagai ketua subkomite Pengawasan Pemerintah Federal Law Enforcement, di mana tugasnya adalah menyelidiki korupsi.

Selama keterlibatannya dalam politik, Higgins tetap setia pada prinsip-prinsip utama yang “mendukung pemerintahan yang lebih kecil, pajak yang lebih rendah, batas negara yang aman, dan kebebasan individu,” menurut situs webnya. Ia memiliki hubungan dekat dengan organisasi-organisasi yang mendorong komponen inti tersebut, termasuk Three Percenters, yang dikenal mempromosikan gerakan yang menentang pemerintah, serta Oath Keepers, yang mengklaim diri mereka sebagai milisi anti-pemerintah sayap kanan.

Kontroversi dan Pernyataan Kontroversial

Higgins mundur dari Kantor Sheriff St. Landry Parish setelah komentarnya di internet mendapat kritik dari ACLU lokal, menurut outlet lokal KLFY. Delapan tahun kemudian, ia kembali menjadi sorotan karena mengkritik imigran Haiti dan membuat komentar rasialis setelah Presiden Trump dan Wakil Presiden Vance membuat klaim palsu bahwa mereka sedang mencuri dan memakan anjing di Ohio.

“Lol. Orang-orang Haiti ini liar. Makan hewan peliharaan, vudu, negara terburuk di belahan barat, cults, gangsters slapstick… tapi cukup jika mereka tidak merasa semua rumit sekarang, mengajukan tuntutan terhadap Presiden dan Wakil Presiden kita,” tulisnya dalam pos yang telah dihapus di platform X.

“Semua penjahat ini harus mengatur pikiran mereka dan mengeluarkan a– mereka dari negara kami sebelum 20 Januari,” tambahnya saat itu, merujuk pada tanggal pelantikan presiden.

Dukungan terhadap Klaim Pemilu 2020

Higgins tetap menjadi pendukung teguh Trump dan telah menyampaikan dukungan terhadap klaim tanpa bukti presiden bahwa pemilu 2020 “dipalsukan” untuk mendukung mantan Presiden Biden.

“We may never know the full truth of what happened leading up to Election Day in 2020 in the wee hours of the morning on the day following Election Day in six of our sovereign states,” katanya dalam acara town hall pada Oktober 2024.

“Tetapi seorang pria yang wajar dapat melihat apa yang terjadi dan sampai pada kesimpulan yang sangat serius bahwa tampaknya ada korupsi pemilu yang terkoordinasi,” tambahnya.

Teori Konspirasi tentang Bus Hantu

Anggota Louisiana ini juga telah mempromosikan teori konspirasi bahwa “bus hantu” membawa agen rahasia FBI yang menyamar di antara kerumunan selama serangan Capitol pada 6 Januari 2021 di Washington, D.C. Mantan Direktur FBI Chris Wray secara keras menyangkal teori ini selama sidang kongres pada 2023.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan