Siapa Kang Erwin? Biodata Wakil Wali Kota Bandung Terlibat Korupsi: Agama, Partai, Pendidikan

Siapa Kang Erwin? Biodata Wakil Wali Kota Bandung Terlibat Korupsi: Agama, Partai, Pendidikan

Penetapan Tersangka Korupsi terhadap Wakil Wali Kota Bandung

Penetapan tersangka korupsi terhadap Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengejutkan publik dan memicu perhatian luas masyarakat. Kasus tersebut diumumkan oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung pada 9 Desember 2025 setelah proses penyelidikan panjang. Status hukum itu menyeret nama pejabat yang baru menjabat sejak awal 2025 tersebut. Situasi ini kini menjadi sorotan utama dalam dinamika pemerintahan Kota Bandung.

Dugaan korupsi yang melibatkan Erwin berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan bersama seorang anggota DPRD Kota Bandung. Keduanya diduga meminta paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa dari pejabat OPD secara melawan hukum. Temuan penyidik menunjukkan adanya indikasi keuntungan yang diarahkan kepada pihak tertentu. Hal itu membuat proses hukum berjalan lebih cepat memasuki penyidikan.

Kejaksaan menyebut sudah memeriksa 75 saksi dan mengamankan dua alat bukti yang dianggap kuat. Langkah ini menjadi dasar resmi penetapan tersangka terhadap Erwin dan rekan politiknya. Meski demikian, penahanan belum dilakukan karena statusnya sebagai wakil kepala daerah. Prosedur ini harus menunggu persetujuan resmi dari Menteri Dalam Negeri.

Publik kini menaruh perhatian terhadap perjalanan hidup dan latar belakang sosok yang dikenal sebagai Kang Erwin tersebut. Ia sebelumnya dilihat sebagai figur politik yang dekat dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak panjang di dunia organisasi. Perjalanan karier dan pendidikan Erwin menjadi fokus pemberitaan di tengah kasus hukum yang bergulir.

Karier Politik Erwin Sebelum Menjabat Wakil Wali Kota

Karier Erwin dimulai dari dunia usaha sebelum terjun ke politik pada awal 2010. Ia menjalani profesi sebagai entrepreneur sejak 1991 hingga 2011 yang memberinya wawasan luas tentang UMKM. Pengalaman tersebut menjadi modal awal ketika ia mulai sering bersentuhan dengan isu pemberdayaan ekonomi warga. Dunia usaha kemudian membawanya pada interaksi lebih intens dengan masyarakat.

Erwin masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa dan dipercaya menjabat Ketua DPC PKB Kota Bandung. Ia memimpin selama tiga periode sejak 2010 dan berhasil mengembangkan basis suara partai. Pada masa itu, PKB di Bandung berkembang dari nol kursi menjadi lima kursi DPRD. Kondisi tersebut memperkuat posisi Erwin sebagai tokoh penting di kota tersebut.

Pada 2019, Erwin terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bandung dan duduk di Komisi D. Fokusnya banyak tertuju pada isu kesejahteraan masyarakat serta penguatan program publik. Ia juga aktif di Badan Musyawarah dan Badan Anggaran selama masa jabatannya. Keaktifan itu membuatnya sering hadir menyerap langsung aspirasi dari berbagai wilayah.

Kesempatan menuju eksekutif datang pada Pilkada Bandung 2024. Erwin dipasangkan dengan Muhammad Farhan dan meraih 523.000 suara atau 44,64 persen. Keduanya mendapatkan dukungan dari PKB, NasDem, Partai Buruh, hingga Gelora. Mereka kemudian resmi dilantik untuk periode 2025 hingga 2030 pada 20 Februari 2025.

Peran Erwin di Pemerintahan Kota Bandung

Sejak dilantik, Erwin terlihat aktif mewakili pemerintah dalam berbagai agenda masyarakat. Ia hadir di banyak kegiatan warga dan mengawal sejumlah program pelayanan publik. Kepiawaian komunikasinya membuatnya mudah diterima berbagai kelompok. Erwin juga mempertahankan jaringan komunitas yang sudah ia bangun sejak masa kampanye.

Selain jabatan formal, Erwin juga memegang beberapa posisi organisasional di luar pemerintahan. Ia pernah terlibat dalam HIPMI, HPN Jawa Barat, Pagar Nusa, hingga Forum RW Kiaracondong. Keterlibatan tersebut memperluas kapasitasnya dalam menjembatani kebutuhan masyarakat. Ia juga dikenal aktif membantu program bantuan COVID-19 saat masa pandemi.

Namun reputasi kariernya kini menghadapi fase paling kritis sejak ditetapkan sebagai tersangka. Kasus penyalahgunaan kewenangan membuatnya diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Bandung. Bersama anggota DPRD Rendiana Awangga, ia diduga meminta proyek kepada pejabat OPD. Proyek tersebut kemudian diduga diarahkan kepada pihak terafiliasi secara melawan hukum.

Kejaksaan menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan kemungkinan tersangka tambahan dapat muncul. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut memberikan tanggapan resmi terhadap situasi tersebut. Sementara itu, Erwin beserta kuasa hukum belum memberikan keterangan panjang ke publik. Proses penyidikan terus berlanjut menunggu keputusan penahanan.

Biodata Lengkap Erwin

  • Nama Lengkap: H. Erwin, S.E., M.Pd.
  • Nama Panggilan: Kang Erwin
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Bandung, 18 Mei 1972
  • Agama: Islam
  • Pendidikan:
  • SD Cikadut dan SD Cikutra V
  • SMP Santa Maria
  • SMA Yodhatama
  • S1 Ekonomi Universitas Pasundan
  • S2 Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
  • Sedang menempuh doktoral Pendidikan di Universitas Islam Nusantara
  • Karier Awal: Entrepreneur 19912011
  • Partai Politik: PKB
  • Jabatan Politik: Ketua DPC PKB tiga periode, anggota DPRD Komisi D 2019
  • Jabatan Saat Ini: Wakil Wali Kota Bandung 20252030
  • Akun Media Sosial: @kangerwin_bdg

Erwin dikenal sebagai tokoh politik Bandung yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia usaha dan organisasi. Namun kasus dugaan korupsi yang menyeretnya kini menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Proses hukum masih berlangsung dan publik menunggu perkembangan lebih lanjut. Kejaksaan memastikan penyidikan dilakukan secara transparan demi kepastian hukum.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan