Siapa Nicolas Maduro dan mengapa AS menangkapnya?

CARACAS, nurulamin - Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores dalam sebuah operasi militer pada Sabtu (3/1/2026).

Hal ini terjadi setelah adanya ledakan di seluruh ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari.

Penangkapan ini merupakan puncak kampanye AS dalam kampanye yang perang melawan narkoba di Venezuela selama berbulan-bulan.

Pemerintah Venezuela mengerahkan angkatan bersenjatanya dan menyatakan keadaan darurat nasional.

Lantas, siapa sebenarnya Nicolas Maduro dan mengapa ditangkap AS?

Profil Nicolas Maduro

Dikutip dari AFP, Sabtu (3/1/2026), Maduro pertama kali berkuasa di Venezuela pada 2013. 

Ia mengeklaim terpilih kembali dua kali pada 2018 dan 2024 dalam pemilihan yang secara luas dikecam penuh kecurangan.

Pada Januari 2025, ia dilantik untuk masa jabatan ketiga yang akan membawanya berkuasa selama 18 tahun, lebih lama daripada pahlawan revolusionernya, Hugo Chavez.

Mantan sopir bus berusia 63 tahun ini pernah menjabat sebagai anggota parlemen, menteri luar negeri, dan wakil presiden sebelum dipilih oleh Chavez sebagai penggantinya tiga bulan sebelum tokoh sosialis tersebut meninggal pada 2013.

Penunjukan Maduro yang kurang memiliki kemampuan retorika dan karisma seperti Chavez, menimbulkan keraguan di Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) yang berkuasa.

Namun, ia berhasil mengatasi krisis demi krisis, termasuk sanksi AS dan penurunan tajam harga minyak yang merampas tulang punggung ekonomi Venezuela.

Pada 2018, sebagian besar komunitas internasional mengakui ketua kongres, Juan Guaido sebagai presiden sementara, tetapi pemerintahan paralelnya segera runtuh.

Setelah pemilihan umum pada Juli 2024, AS, negara-negara Eropa, dan beberapa negara tetangga Amerika Latin menyatakan tokoh oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia sebagai pemimpin sah negara tersebut.

Sepanjang masa itu, Maduro juga mengandalkan istrinya, Cilia Flores, seorang mantan jaksa penuntut umum.

Flores juga seorang anggota parlemen yang setelah bertahun-tahun di Kongres naik menjadi presiden Majelis Nasional (2006–2010) dan kemudian memegang banyak kekuasaan di bawah pemerintahan Maduro.

Berhaluan Marxis

Di ibu kota Venezuela, Caracas, gambar Maduro terpampang di seluruh bangunan.

Ia telah bekerja keras membangun citra dirinya sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan rakyat.

Ia merupakan seorang penggemar bisbol sejati dan pencinta salsa dan kerap memamerkan gerakan tariannya di televisi pemerintah.

Lahir di Caracas, Maduro adalah seorang Marxis dan saat remaja pernah bermain gitar di sebuah band rock.

Ada klaim bahwa ia sengaja salah ucap dalam bahasa Inggris agar tidak dianggap sebagai orang yang berpendidikan tinggi.

Sebagai presiden, Maduro menghadapi banyak ancaman, baik yang nyata maupun yang dibayangkan, termasuk serangan pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang gagal pada 2018 yang melukai beberapa tentara.

Untuk mengalihkan kesalahan atas masalah politik dan ekonomi Venezuela, ia terus menyebarkan teori konspirasi anti-Amerika ala Chavez dan berulang kali menuduh AS bersekongkol untuk menggulingkannya.

Sambil menampilkan dirinya sebagai korban konspirasi internasional, Maduro menutup saluran bagi perbedaan pendapat politik.

Ia juga kerap memenjarakan para pembangkang dan penantang tanpa menghiraukan proses hukum yang semestinya.

Pemerintahannya sedang diselidiki atas pelanggaran hak asasi manusia oleh Mahkamah Pidana Internasional.

Maduro juga menunjukkan dirinya mahir dalam politik, memenangkan pelonggaran sanksi AS dan konsesi lainnya dengan menyetujui oposisi untuk mengadakan pemilihan demokratis pada tahun 2024.

Namun, ia mengingkari syarat-syarat tersebut, sehingga beberapa sanksi dengan cepat diberlakukan kembali.

Maduro hampir selalu hadir dalam kehidupan rakyat Venezuela yang menderita, mengepalkan tinjunya dalam penampilan televisi reguler, sambil meneriakkan retorika anti-imperialisme.

Ia juga sering muncul di layar dan di media cetak sebagai karakter kartun yang digambar menyerupai dirinya, sebagai pahlawan super berjubah bernama Super-Bigote (Super-Kumis) yang berperang melawan imperialisme.

Kenapa Maduro ditangkap AS?

Dikutip dari NPR, Sabtu, dakwaan baru yang dibuka di pengadilan federal di New York menuduh Maduro melakukan konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, dan pelanggaran senjata. 

Sementara, Flores dan pejabat senior Venezuela lainnya, termasuk putra Maduro, juga menghadapi dakwaan.

Jaksa Agung Pam Bondi, dalam sebuah unggahan menuliskan, Maduro dan istrinya akan segera diseret ke pengadilan AS.

Menurut dakwaan, para pemimpin Venezuela selama lebih dari 25 tahun telah menyalahgunakan posisi kepercayaan publik dan merusak lembaga-lembaga yang dulunya sah untuk mengimpor berton-ton kokain ke AS.

Dakwaan tersebut menyatakan, sejak awal 1999, Maduro dan para terdakwa lainnya telah bermitra dengan organisasi perdagangan narkoba internasional untuk mengirimkan narkoba ilegal ke AS.

Jaksa penuntut menduga bahwa Maduro dan Flores bekerja sama selama bertahun-tahun untuk menyelundupkan kokain yang sebelumnya telah disita oleh penegak hukum Venezuela. 

AS menuduh keluarga Maduro memiliki geng-geng yang didukung negara untuk melindungi operasi mereka. 

Geng-geng itu memerintahkan penculikan, pemukulan, dan pembunuhan terhadap mereka yang berutang uang narkoba atau merusak operasi perdagangan narkoba.

Dakwaan baru ini menambah dakwaan terhadap Maduro dan pejabat Venezuela lainnya yang diumumkan pada Maret 2020 selama pemerintahan pertama Trump.

Maduro sempat membantah tuduhan awal tersebut dan menyerukan dialog dengan AS, sebelum akhirnya ditangkap.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan