
Anggota DPRD Jeneponto Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penggelapan Dana Koperasi
Seorang anggota DPRD Jeneponto, berinisial NT, dilaporkan ke Polda Sulsel atas dugaan penggelapan dana administrasi koperasi. Laporan ini didasarkan pada temuan internal koperasi yang dipimpin oleh Ketua Pengurus KSP Baji Minasa, Alimuddin.
Laporan dengan nomor LP/B/1235/XI/2025/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN tersebut, menurut Alimuddin, diajukan pada tanggal 26 November 2025. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya pelanggaran terkait penambahan biaya administrasi yang dilakukan secara ilegal sejak tahun 2022.
Penambahan biaya administrasi tersebut dilakukan bertahap tanpa persetujuan kantor. "Kami temukan beberapa pelanggaran terkait penambahan administrasi. Penambahan administrasi yang terjadi sejak tahun 2022 itu dinaikkan 2 persen sampai tahun 2023," jelas Alimuddin. Selanjutnya, di tahun 2024 hingga 2025, kenaikan biaya administrasi meningkat menjadi 3 persen.
Berdasarkan kalkulasi sementara, jumlah dana administrasi yang diduga digelapkan mencapai miliaran rupiah. "Total penambahan administrasi yang kami temukan itu Rp1,3 miliar. Itu yang kita laporkan di Polda Sulsel atas nama NT," ujar Alimuddin.
NT, menurut Alimuddin, menempati posisi penting dalam struktur KSP Baji Minasa sebagai koordinator wilayah satu sekaligus penguasa wilayah. Wilayah yang ia bawahi mencakup Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, hingga Selayar.
Namun, temuan senilai Rp1,3 miliar hanya berasal dari satu wilayah saja, yaitu Kabupaten Jeneponto. "Ini Rp1 miliar 310 juta itu sampai tahun 2025. Cuma ini baru satu badan hukum. Ya, baru satu kabupaten Jeneponto," paparnya.
Meski laporan sudah masuk ke Polda, NT disebut belum menunjukkan niat untuk menyelesaikan masalah. "Sejak kami laporkan sampai hari ini pun tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah," ucap Alimuddin. Meskipun demikian, pihak koperasi tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan. "Harapan kami, agar saudara NT ini kalau bisa menghadap secara baik-baik ke kantor kami dan kita selesaikan secara kekeluargaan," harapnya.
Terkait status NT di koperasi, Alimuddin menyatakan bahwa ia secara internal sudah diberhentikan. Namun, secara hukum administrasi, pemberhentiannya belum final.
Sementara itu, NT yang dikonfirmasi wartawan mengaku belum memahami laporan yang dilayangkan Alimuddin di Polda Sulsel. "Saya tidak mengerti, ini masalah administrasi. Biar mi dulu melapor. Kita mengikuti bagaimana prosesnya," ucap NT. Mengenai opsi yang ditawarkan Alimuddin agar diselesaikan secara kekeluargaan, NT mengaku belum tahu siapa sosok yang ia rugikan. "Apanya mau diselesaikan secara kekeluargaan karena saya tidak tahu siapa dirugikan. Jadi biarmi berproses," tegas NT.
"Kalau baru dipelajari Polda, kami sebagai terlapor diikuti saja prosesnya. Kami menghormati proses hukum yang berjalan," tuturnya.
Daftar Nama Anggota DPRD Jeneponto Terpilih Tahun 2024
Berikut daftar nama Anggota DPRD Jeneponto terpilih, jumlah perolehan suara, dan nama partai pada pemilu 2024:
Dapil 1 Binamu-Turatea (10 kursi)
Anwar Jaya Husein: 4.980 (Gerindra)
Hj Rima Arumi Wulandari: 3.403 (Perindo)
Muhammad Iqram Syarif: 3.033 (PKB)
H Muh Imam Taufiq: 2.678 (PPP)
Mega Yanu Arimbi: 2.659 (Golkar)
H Rahmat Mubarak: 2.548 (Demokrat)
Didis Suryadi: 2.530 (Nasdem)
Bakri N: 2.217 (Hanura)
Muh Basir: 2.015 (PKB)
Ir. H Awaluddin Sinring: 1.504 (PAN)
Dapil 2 Tamalatea-Bontoramba (9 kursi)
Warrul Febrhyan Walydani: 3.547 (Nasdem)
Nur Amin Tantu: 2.739 (Golkar)
Sariyono: 2.621 (PKS)
Agus TS: 2.408 (PPP)
Suardi: 2.137 (PAN)
Arifuddin: 2.106 (Gerindra)
H Sahiri: 2.094 (Nasdem)
Riswandi: 1.797 (Hanura)
* Iwan: 1.414 (PKB)
Dapil 3 Bangkala-Bangkala Barat (9 kursi)
Sumarni: 4.988 (Nasdem)
Fatwa: 3.612 (Nasdem)
Irmawati: 2.857 (Golkar)
Kasmiati: 2.827 (Golkar)
Julfiah: 2.549 (PPP)
Nur Ibnu: 2.116 (PAN)
Halim BK: 1.548 (Gerindra)
Dian Ayu Pratiwi Satria: 1.391 (PKB)
* Marlina: 1.178 (Hanura)
Dapil 4 Kelara-Rumbia (5 kursi)
Irsal Azis Kr Lagu: 2.823 (Golkar)
Humaera Ishad: 2.759 (PPP)
Hardianti: 2.590 (PAN)
Alex Nursaini: 2.487 (Nasdem)
* Saharuddin Tompo: 2.073 (PKB)
Dapil 5 Batang-Arungkeke-Tarowang (7 kursi)
Sri Wahyuni: 2.962 (PKS)
Haryanto: 2.832 (PPP)
Herman: 2.497 (Gerindra)
Amdy Safri Kr Daming: 2.063 (Ummat)
Khaidir Adi Saputra Saipul: 1.950 (Golkar)
H Mustapa Yusuf: 1.804 (PKB)
* Ahmad Nawaai: 1.257 (Nasdem)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar