
Sido Muncul Berikan Bantuan Senilai Rp900 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di beberapa wilayah Sumatera. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Sido Muncul menyalurkan bantuan kepada korban bencana, melalui lembaga, yayasan hingga organisasi setempat. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana, sekaligus memberikan dukungan kesehatan bagi para relawan, tenaga medis, dan aparat yang bekerja di lapangan.
Dari total nilai bantuan senilai Rp900 juta, terdiri dari dukungan dana untuk operasional penanganan bencana dan pertolongan untuk korban, serta produk kesehatan seperti Tolak Angin, Susu Jahe, dan Kopi Jahe. Produk-produk ini diperuntukkan bagi warga terdampak, relawan, tenaga medis, hingga personel lapangan.
Bantuan ini dialokasikan ke sejumlah titik di tiga provinsi yang terdampak bencana, termasuk area yang membutuhkan suplai kesehatan tambahan. Berikut rincian pembagian bantuan:
- BPOM - Rp100 juta uang tunai.
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatra Barat, total bantuan Rp50 juta, yang terdiri dari Rp30 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp10 juta, dan bantuan Susu Jahe dan Kopi Jahe senilai Rp10 juta.
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Medan, total bantuan Rp50 juta, yang terdiri dari Rp30 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp10 juta, dan bantuan Susu Jahe dan Kopi Jahe senilai Rp10 juta.
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, total bantuan Rp50 juta, yang terdiri dari Rp30 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp10 juta, dan bantuan Susu Jahe dan Kopi Jahe senilai Rp10 juta.
- Keuskupan Agung Jakarta, dengan total bantuan Rp50 juta, yang terdiri dari Rp30 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp10 juta, dan bantuan Susu Jahe dan Kopi Jahe senilai Rp10 juta.
- Palang Merah Indonesia, total bantuan Rp100 juta yang terdiri dari Rp70 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp20 juta, dan Rp10 juta Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- Komando Daerah Militer (KODAM) Iskandar Muda (Aceh), total bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- Komando Daerah Militer (I) Bukit Barisan, total bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- Komando Daerah Militer (KODAM) XX Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), dengan rincian total bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- Yayasan Orthopaedi Indonesia, yang mendapatkan saluran bantuan Rp50 juta, terdiri dari Rp30 juta tunai, Tolak Angin senilai Rp10 juta, dan bantuan Susu Jahe dan Kopi Jahe senilai Rp10 juta.
- SDM POLDA SUMATRA UTARA, menerima saluran bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- SDM POLDA SUMATRA BARAT, menerima saluran total bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
- SDM POLDA ACEH, menerima saluran bantuan senilai Rp75 juta, dengan detail Rp50 juta uang tunai, Tolak Angin senilai Rp15 juta, dan Rp10 juta untuk Susu Jahe dan Kopi Jahe.
Dukungan untuk Pemulihan dan Kesehatan
Melalui bantuan ini, Sido Muncul menegaskan kembali komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Program kemanusiaan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pemulihan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.
Dengan dukungan berbagai lembaga dan instansi yang menerima bantuan, Sido Muncul berharap proses evakuasi, penanganan kesehatan, dan distribusi logistik di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar