Kehadiran Pecco Bagnaia di MotoGP 2027: Tantangan dan Spekulasi
Masa depan pembalap MotoGP seringkali menjadi topik hangat, terutama menjelang akhir musim. Pada tahun 2026, sejumlah pembalap akan habis kontrak, termasuk duo Ducati, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Meski masa depan Marquez terlihat lebih stabil, nasib Bagnaia justru menjadi perbincangan yang memicu spekulasi.

Masalah Performa dan Spekulasi Perpindahan
Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, mengalami penurunan performa pada musim 2025. Dengan hanya dua kemenangan, ia menutup musim di posisi kelima klasemen akhir. Hal ini memicu berbagai rumor tentang masa depannya, termasuk kemungkinan pindah ke Aprilia.
Beberapa faktor mendorong spekulasi tersebut, seperti perkembangan motor Aprilia RS-GP yang mulai mengejar Ducati, serta hubungan persahabatan antara Bagnaia dan Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia. Keduanya tumbuh bersama di akademi VR46 milik Valentino Rossi.
Penolakan dari CEO Aprilia
Rumor kepindahan Bagnaia ke Aprilia sampai ke telinga CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa pihaknya tidak tertarik menggaet Bagnaia untuk MotoGP 2027. Menurut Rivola, Bagnaia kesulitan tampil kompetitif bersama Ducati pada paruh kedua musim 2025.
Meskipun kontrak Bagnaia dengan Ducati baru akan habis pada akhir 2026, isu perpindahannya sudah menjadi topik panas. Berbagai media Italia menyebut Bagnaia berpotensi pindah tim. Namun, ia masih menyatakan ingin bertahan di Ducati hingga pensiun.
Alasan Bagnaia Bertahan di Ducati
Melalui wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Rivola menegaskan bahwa Bagnaia memiliki semua yang dibutuhkan untuk bangkit kembali di Ducati. Menurutnya, Bagnaia tidak perlu membuktikan kecepatannya kepada siapa pun, tetapi hanya perlu mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.
Penegasan Rivola juga menyiratkan bahwa Aprilia tidak membutuhkan Bagnaia untuk mencapai ambisi mereka mengalahkan Marc Marquez, yang menjadi target utama di MotoGP 2026.
Persiapan Negosiasi Kontrak
Bagnaia telah menyatakan bahwa ia akan melakukan negosiasi kontrak dengan Ducati selama rehat musim dingin. Meski begitu, ia tampaknya masih membuka pintu bagi tawaran dari tim lain.
"Saya tak tahu (kapan harus mulai memikirkan masa depan), saya ingin lanjut dengan Ducati, itu ambisi saya," ujarnya melalui GPOne. Ia juga menegaskan bahwa Ducati tetap menjadi prioritas utamanya.
Hubungan Emosional dengan Ducati
Bagnaia merasa memiliki ikatan emosional dengan Ducati, yang memberinya kesempatan berkembang di MotoGP dan meraih dua gelar juara dunia. Meski tidak sepenuhnya menutup kemungkinan pindah, ia tetap mengutamakan tim yang telah memberinya peluang besar dalam karier.
Kesimpulan
Masalah performa Bagnaia di MotoGP 2025 memicu spekulasi tentang masa depannya. Meski ada rumor kepindahan ke Aprilia, CEO Aprilia menolak tawaran tersebut. Sementara itu, Bagnaia tetap berkomitmen pada Ducati, meski tidak menutup kemungkinan menerima tawaran dari tim lain. Masa depannya akan menjadi salah satu topik terpanas di MotoGP 2027.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar