Kehidupan Georgia Byrd dalam Film Last Holiday
Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menjalani hidup. Ada yang hidup dengan penuh kehati-hatian, ada yang selalu merasa berada di ambang bahaya, dan ada pula yang memilih menikmati hidup sepenuhnya. Cara pandang ini sering kali berubah ketika seseorang dihadapkan pada sebuah kenyataan besar, entah itu karena jatuh cinta, mendapat keberuntungan, atau justru mengalami kesialan.
Perubahan besar itulah yang dialami Georgia Byrd dalam film Last Holiday (2006). Georgia, yang diperankan oleh Queen Latifah, adalah perempuan pemalu yang menjalani hidupnya dengan sangat teratur dan penuh perhitungan. Ia bekerja sebagai karyawan di sebuah pusat perbelanjaan di New Orleans.
Georgia sebenarnya memiliki kemampuan memasak yang luar biasa. Hampir setiap malam, ia menyiapkan hidangan-hidangan mewah, bukan untuk dirinya sendiri, melainkan hanya untuk difoto dan kemudian diberikan kepada anak tetangganya. Sementara itu, Georgia sendiri tetap menjalani pola makan sehat demi menjaga kesehatannya dan berharap bisa hidup lebih lama.
Tabungan Besar dan Kehidupan Terbatas
Georgia memiliki tabungan yang sangat besar. Namun, Georgia sama sekali tidak pernah menyentuh uang tersebut. Ia bahkan tidak pernah pergi dari Negara Bagian Louisiana, tempat ia tinggal. Meski memiliki kemampuan memasak yang luar biasa, ia tidak pernah memanfaatkannya untuk mengembangkan karier atau mencoba hal-hal baru.
Georgia sebenarnya menyukai salah satu rekan kerjanya, Sean Williams yang diperankan LL Cool J. Sepanjang film kita dapat melihat bahwa Sean juga menyukai Georgia. Namun, Georgia terlalu takut untuk mengambil langkah pertama.
Suatu hari, Georgia tiba-tiba mengalami kecelakaan ringan di tempat kerja dan jatuh pingsan. Menurut protokol dan sistem di sana, Georgia harus melakukan CT Scan agar dokter dapat memastikan bahwa ia sehat.
Namun, dua dokter yang memeriksa hasil scan kepala Georgia malah memberitakan kabar buruk kepadanya. Mereka menemukan banyak sekali tumor di kepala Georgia, dan mengatakan bahwa Georgia hanya memiliki waktu selama sekitar tiga minggu saja.
Perubahan Hidup yang Mendadak
Mendengar kabar tersebut, Georgia terpuruk dan menjadi marah kepada dirinya sendiri. Ia menyesal tidak mencicipi semua hidangan yang pernah buat. Ia menyesal tidak pernah menyatakan rasa sukanya kepada Sean. Ia juga menyesal karena tidak pernah melakukan hal-hal yang ia ingin lakukan.
Setelah itu, Georgia segera mencairkan seluruh asetnya di bank, dan pergi berlibur Natal terakhirnya di Republik Ceko. Di sana, ia memesan kamar terbaik di Grandhotel Pupp, di mana koki idolanya bekerja.
Selama liburannya, ia menghabiskan waktunya memanjakan diri di spa, belajar seluncur salju untuk pertama kalinya, dan memesan seluruh hidangan di restoran mewah hotel tersebut.
Kejadian yang Mengubah Segalanya
Aksi Georgia yang memesan seluruh menu restoran sontak membuat Chef Didier (diperankan Gerard Depardieu), koki favoritnya, merasa penasaran. Momen itu pun menjadi kesempatan bagi Georgia untuk akhirnya bertemu langsung dengan sang idola.
Bukan hanya Didier yang memperhatikannya. Kehadiran Georgia juga menarik minat beberapa tamu penting lain, termasuk anggota kongres dan pebisnis berpengaruh dari Amerika Serikat.
Adegan ikonik di restoran tersebut menjadi salah satu alasan film Last Holiday begitu dikenal. Penonton diajak melihat bagaimana para pekerja di industri kuliner memandang tipe pelanggan yang kerap merepotkan, lalu membandingkannya dengan pelanggan yang justru membuat suasana kerja lebih menyenangkan.
Pesan yang Dibawa oleh Film
Melalui kisah Georgia, film ini menyiratkan pesan bahwa hidup hati-hati memang perlu, tetapi jangan sampai kewaspadaan membuat kita melewatkan pengalaman berharga.
Last Holiday sendiri meraih penilaian 6.6/10 di IMDb dan memperoleh 67% Popcornmeter di Rotten Tomatoes.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar