Siswi MTsN 1 Jeneponto Viral Dikeroyok Teman, Orang Tua Pelaku Diperiksa Polisi

Siswi MTsN 1 Jeneponto Viral Dikeroyok Teman, Orang Tua Pelaku Diperiksa Polisi

Kasus Penganiayaan Siswi di Jeneponto Memasuki Tahap Penyelidikan

Sebuah video yang menunjukkan aksi kekerasan antar siswi di MTsN 1 Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Video berdurasi 46 detik tersebut memperlihatkan seorang siswi berinisial NFA dibanting, dijambak dan dipukul oleh rekannya, TH hingga tergeletak tak berdaya di aspal.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya dirawat inap setelah mengalami sejumlah luka. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar dari masyarakat dan pihak sekolah. Sejak kejadian, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jeneponto telah melakukan penyelidikan terkait laporan yang diajukan oleh orang tua korban.

Proses Penyelidikan dan Koordinasi dengan Sekolah

Menurut Kasi Humas Polres Jeneponto, Iptu Kaharuddin, laporan dari orang tua NFA sudah diterima resmi oleh penyidik sejak Rabu (10/12/2025). Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan proses penyelidikan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kami sudah menerima laporan resmi dari orang tua NFA. Dalam hal ini, penyidik akan melakukan penyelidikan terkait dengan laporan tersebut," ujar Iptu Kaharuddin melalui sambungan telepon kepada wartawan.

Selain itu, penyidik juga telah menyambangi MTsN 1 Jeneponto, tempat kedua pelajar tersebut menimba ilmu. Mereka melakukan koordinasi dengan pihak sekolah sebelum melanjutkan ke proses penyelidikan di Polres.

"Penyidik sudah ke MTsN, mereka berkoordinasi dengan pihak sekolah dulu, baru ke Polres," tambah Iptu Kaharuddin.

Kronologi Kejadian

Dalam video yang viral, terlihat dua siswi MTsN 1 Jeneponto bertikai tanpa mengenakan jilbab. Salah satu dari mereka, NFA kelas 9, tampak terbaring di aspal tanpa daya, sementara lawannya, TH kelas 7, melakukan penganiayaan dengan menjambak rambut serta memukul bagian wajah NFA berkali-kali.

Dalam rekaman video, terdengar teriakan seolah menyemangati aksi kekerasan tersebut dengan menganalogikan pertikaian itu sebagai adu ayam. Beberapa siswi lain hadir namun tidak melerai, hanya membangunkan keduanya lalu membiarkan pertikaian berlanjut.

Setelah keduanya berdiri, TH kembali melakukan tindakan brutal. Ia menggulingkan tubuh NFA dengan menjegal kakinya, lalu mendorong korban hingga terjatuh dan kepala terbentur di aspal. NFA tampak tidak bergerak banyak pasca jatuh, sementara TH berdiri seolah menunjukkan kemenangan.

Kondisi Korban dan Perasaan Orang Tua

Ibu NFA, Nurdiana (46), mendatangi Polres Jeneponto untuk membuat laporan resmi. Didampingi suaminya, ia menceritakan kondisi dan kronologi singkat kejadian tersebut.

"Lokasinya di Hutan Kota, Kecamatan Binamu. Saya tidak tahu persis apakah terjadi di jam sekolah, tapi yang jelas mereka masih pakai seragam sekolah," ucapnya sembari memegang bukti laporan polisi.

Ia mengatakan, sejak hari kejadian kondisi putrinya terus memburuk hingga akhirnya harus dirawat inap. "Senin saya bawa ke rumah sakit, diperiksa tapi pulang karena penuh pasien. Besoknya (Rabu) berobat jalan dan tadi langsung opname karena sakitnya sudah parah," ungkapnya.

Menurut Nurdiana, luka yang dialami putrinya cukup serius. "Lukanya di leher, belakang telinga, perut sakit, pinggang juga. Di telinga sampai keluar darah waktu hari kejadian," ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian segera bertindak. "Semoga segera ditindaki," tegas Nurdiana.

Dugaan Pemicu dan Penanganan Kasus

Peristiwa ini diduga dipicu oleh ketersinggungan dan rivalitas antar kelompok di lingkungan sekolah. Kasus dugaan kekerasan antar pelajar ini kini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jeneponto.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan