Siti Minta Maaf Usai Diusir, Janji Perbaiki Rumah Tangga

Peristiwa Viral Siti dan Persoalan Rumah Tangganya

Siti Hindrawati, seorang istri yang sempat menjadi perbincangan di media sosial, kini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia juga membantah isu perselingkuhan suaminya, Iksan Daud, setelah dirinya dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial Facebook miliknya, @Siti Hindrawati, ia menjelaskan bahwa berita yang beredar tentang perselingkuhan suaminya adalah tidak benar.

"Saya Siti Hindrawati istri dari Iksan Abdurahman Daud, ingin mengklarifikasi bahwa berita yang beredar di media sosial tentang perselingkuhan suami saya itu adalah pemberitaan tidak benar. Saya meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial," ujarnya dalam video tersebut.

Janji untuk Memperbaiki Rumah Tangga

Menurut Siti, masalah rumah tangganya merupakan hal yang bersifat privasi. Ia mengaku sedang berupaya memperbaiki hubungan dengan suaminya. "Sejatinya masalah keluarga masalah privasi dan saya memohon kepada seluruh akun media untuk menghapus pemberitaan tentang kami. Saat ini kami sedang memperbaiki semuanya, mohon doanya," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini ia sedang berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anaknya. "Mohon maaf atas kehilafan saya dan suami saya. Saya dan suami saya ini sedang mencoba memperbaiki semuanya. Saya dan Iksan mohon doanya untuk semuanya. Kami berusaha untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak kami. Mohon kepada seluruh akun sosial media dan rekan-rekan semua yang sudah mengshare video saya kemarin. Mohon segera di hapus saja. Terima kasih," tulisnya.

Iksan Bantah Mengusir Istri

Iksan Daud, suami Siti, juga memberikan penjelasan mengenai polemik yang kini viral di media sosial. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar sesuai dengan kenyataan. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pimpinan instansi tempatnya bekerja.

"Permasalahan rumah tangga adalah privasi, dan saya tidak ingin membebani instansi,” kata Iksan. Ia menilai bahwa persoalan tersebut telah melebar dan menimbulkan kegaduhan.

Dalam penjelasannya, Iksan juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo telah turun tangan menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, upaya pembinaan dan mediasi sudah dilakukan lebih dari sekali.

“Manajemen bandara sudah melakukan pembinaan dan mediasi kepada saya bersama istri berulang kali,” ujarnya. Bahkan, ia menyebut proses mediasi sempat membuahkan kesepakatan damai pada Agustus dan September 2025.

Iksan berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar di media sosial. “Saya tidak mau membahas lebih detail mengenai permasalahan ini karena alasan privasi,” tandasnya.

Pengakuan Siti Diusir Suami

Sebelumnya, kisah Siti viral di media sosial setelah ia bercerita tentang pengalaman buruk yang dialaminya. Ia mengaku sudah lama diperlakukan seperti itu oleh suaminya. "Sudah lama saya sering diperlakukan seperti ini. Saya bertahan demi anak, tapi kemarin sudah sampai pada puncaknya," ujar Siti kepada wartawan.

Menurutnya, tekanan dalam rumah tangga semakin terasa setelah suaminya resmi dilantik sebagai PPPK. Ia merasa sikap suaminya berubah sejak saat itu. Siti mengungkapkan sang suami kerap melontarkan ucapan yang membuatnya merasa tidak dihargai dan tertekan secara psikologis.

"Salah satu yang membuat saya tertekan adalah ucapannya yang sering bilang saya takut kehilangan dia karena dia sudah jadi PPPK," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan rumah tangga mereka sebenarnya sudah beberapa kali diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Musyawarah antara kedua belah pihak keluarga bahkan sempat dilakukan, lengkap dengan kesepakatan yang disetujui oleh orang tua masing-masing. Namun, menurut Siti, kesepakatan tersebut kembali dilanggar oleh sang suami.

“Sudah berkali-kali saya disuruh keluar dari rumah. Pernah dijemput dan sudah ada perjanjian antar orang tua, tapi dia langgar lagi,” jelasnya.

Merasa tidak lagi sanggup bertahan, Siti akhirnya memilih meninggalkan rumah dan kini tinggal sementara di rumah ibunya di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. “Saya sedang menenangkan diri,” tuturnya lirih.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan