Skandal suap di Arab Saudi: 116 pejabat ditangkap, 466 orang diperiksa sepanjang Desember 2025

nurulamin.pro - Otoritas Arab Saudi mengumumkan penangkapan 116 pejabat pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga publik sepanjang Desember 2025 terkait dugaan kasus korupsi.

Dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (1/1/2026), sebagian pejabat yang ditangkap tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan sesuai ketentuan hukum di negara tersebut.

Meski demikian, proses hukum terhadap kasus-kasus yang sedang ditangani tetap berjalan.

Selain penangkapan itu, Otoritas Arab Saudi juga tengah melakukan penyelidikan terhadap ratusan pejabat lain di berbagai wilayah yang diduga terlibat praktik penyuapan dan penyalahgunaan jabatan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye inspeksi yang digelar oleh Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi atau Nazaha.

Ratusan orang diperiksa dan ditahan

Langkah penindakan yang dilakukan Nazaha pada akhir tahun 2025 ini merupakan hasil dari operasi pemantauan yang intensif.

Dalam operasi tersebut, Nazaha melaksanakan 1.440 razia inspeksi yang berujung pada penyelidikan terhadap 466 tersangka atas dugaan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang.

Para tersangka tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kota dan Perumahan, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kesehatan.

Nazaha menyebutkan bahwa penyelidikan difokuskan pada praktik penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik, dilansir dari Gulf News, Kamis (1/1/2026).

Otoritas menilai praktik tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Saat ini, Nazaha menyatakan sedang menyelesaikan berbagai prosedur hukum yang diperlukan untuk membawa para pihak yang terlibat ke pengadilan.

Proses ini mencakup pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan lembaga penegak hukum terkait.

Meski operasi penindakan ini berskala besar, pihak berwenang belum mengungkapkan identitas para tersangka secara rinci.

Tidak ada pula informasi detail mengenai status hukum masing-masing kasus yang sedang ditangani, termasuk tahapan persidangan atau kemungkinan vonis yang akan dijatuhkan.

Namun, otoritas memastikan bahwa sebanyak 116 tersangka telah menjalani penahanan sebagai bagian dari rangkaian kasus tersebut.

Namun, sebagian di antaranya sudah dibebaskan dengan jaminan, sesuai hukum yang berlaku.

Nazaha menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan pemerintah Arab Saudi dalam melindungi dana publik.

Selain itu, upaya tersebut juga ditujukan untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas aparatur negara, sekaligus memberantas praktik korupsi di seluruh sektor pemerintahan.

Dalam pernyataannya, otoritas pengawas itu juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Arab Saudi.

Warga diminta melaporkan dugaan korupsi, baik yang bersifat keuangan maupun administratif, melalui saluran resmi yang telah disediakan, termasuk nomor bebas pulsa 980 atau situs web Nazaha.

Menurut pejabat terkait, partisipasi aktif dari publik merupakan pilar penting dalam memperkuat transparansi negara.

Dukungan masyarakat dinilai sangat vital dalam menyukseskan upaya nasional memerangi korupsi serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Arab Saudi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan