
Pelatihan Vokasi Intensif di SLB Mimika untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dan Siswa
Sekolah Luar Biasa (SLB) Mimika, yang berada di Provinsi Papua Tengah, terus melakukan upaya peningkatan kompetensi guru, siswa, dan alumni melalui pelatihan vokasi yang digelar sepanjang bulan Desember 2025. Program ini mencakup berbagai bidang keterampilan seperti tata boga, membatik, sablon, busana, kecantikan hingga pembuatan aksesori.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru non-vokasi agar mereka mampu mengajarkan keterampilan kepada siswa disabilitas. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Kendala dalam Pelaksanaan Pelatihan
Meskipun sebagian besar pelatihan telah berjalan dengan baik, ada satu bidang yang masih tertunda, yaitu pelatihan tata busana. Hal ini dikarenakan kendala dalam pengadaan mesin jahit yang harus didatangkan dari luar daerah.
Tata busana belum jalan karena mesin jahitnya harus didatangkan dari luar daerah. Untuk yang lain seperti membatik, tata boga, sablon, kecantikan dan aksesori sudah terlaksana dengan baik, ujar Kepala SLB Mimika, Sunardin, saat diwawancarai di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, Jumat (12/12/2025).
Sunardin menjelaskan bahwa pelatihan membatik dan tata boga resmi ditutup hari ini (11/12/2025). Sementara pelatihan kecantikan dan sablon mulai dilaksanakan esok hari. Untuk bidang aksesori, kegiatan tersebut telah tuntas lebih dahulu.
Narasumber Profesional dan Partisipasi Aktif
Pelatihan vokasi ini melibatkan narasumber profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Contohnya, pelatihan sablon dihadirkan oleh narasumber dari Jakarta, sedangkan membatik diisi oleh narasumber dari Makassar. Sementara untuk bidang kecantikan, pihak sekolah menggunakan narasumber lokal yang memang berprofesi di bidangnya.
Selain itu, pelatihan ini juga melibatkan guru, siswa, serta alumni SLB Mimika. Keterlibatan guru menjadi fokus utama karena mereka nantinya akan meneruskan materi vokasi kepada para siswa.
Guru-guru keterampilan di SLB Mimika sebagian besar bukan dari jurusan vokasi. Mereka guru kelas atau guru umum, sehingga perlu dibekali dulu sebelum mengajar siswa, jelas Sunardin.
Dukungan Dana Hibah Pemda Mimika
Pelatihan vokasi tahun ini berjalan lebih intensif berkat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Dana hibah dari Dinas Sosial Mimika digunakan untuk berbagai program, termasuk pelatihan vokasi, pembinaan siswa, serta peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).
Total pembiayaan untuk SLB hampir lebih dari Rp2 miliar. Semua program sudah melalui verifikasi ketat dari tim Dinsos. Ada proposal yang diterima, ada yang tidak lolos verifikasi, jelas Sunardin.
Dana hibah juga digunakan untuk pengadaan alat bantu disabilitas, termasuk kursi roda yang harganya mencapai Rp3540 juta per unit. Kalau tidak ada bantuan ini, kami tidak bisa upayakan pengadaan alat bantu. Contoh kursi roda saja harus didatangkan dari Solo, belum biaya pengirimannya, tambahnya.
Antusiasme Orang Tua dalam Kegiatan Parenting
Selain pelatihan vokasi, SLB Mimika juga menggelar kegiatan parenting yang menghadirkan psikolog dan akademisi dari Universitas Negeri Makassar. Antusiasme orang tua sangat tinggi melebihi target awal.
Target awal 105 orang, ternyata yang hadir lebih dari 120 orang. Kalau kami publis di media sosial mungkin bisa sampai 150 peserta, ungkap Sunardin.
Kesimpulan
Dengan berbagai dukungan yang diberikan, Sunardin berharap kualitas pembinaan dan kompetensi di SLB Mimika terus meningkat demi kemajuan siswa berkebutuhan khusus di daerah tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar