
Kisah Cheriatna: Dari Keterbatasan Hingga Menjelajahi Dunia
Cheriatna lahir di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh tanaman hias. Sebagai anak petani, ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan aroma tanah dan pupuk. Namun, di balik kesederhanaan itu, ia menemukan pelajaran penting tentang ketekunan dan kerja keras. Setiap hari, ia mengamati bagaimana tanaman-tanaman yang dirawat dengan sabar akhirnya bisa berbuah hasil. Filosofi ini menjadi dasar hidupnya, mendorongnya untuk terus belajar meski pendidikan formal hanya sampai jenjang SMA.
Meski sempat dianggap kurang mampu karena ijazah yang terbatas, Cheriatna tidak pernah menyerah. Baginya, dunia adalah kampus yang memberikan pelajaran nyata, lebih dari teori akademik. Ia percaya bahwa pengalaman dan kebijaksanaan hidup lebih berharga daripada gelar. Dalam perjalanan hidupnya, ia memperoleh amanah besar berupa sebelas anak yang menjadi sumber energi dan kompas moral dalam setiap langkahnya.
Dengan istrinya, Farida Ningsih, mereka sepakat bahwa kesuksesan finansial tidak boleh mengorbankan kehangatan keluarga. Mereka pun nekat merintis bisnis travel wisata halal bernama Cheria Holiday. Awalnya, bisnis ini tidak mudah. Cheriatna sering menghadapi kegagalan dan harus memulai dari nol. Namun, ia selalu teringat pesan ayahnya: setiap tanaman butuh waktu dan ketangguhan untuk bertahan melewati pergantian musim.
Hasilnya luar biasa. Bisnis Cheria Holiday berkembang pesat tanpa menghilangkan kebersamaan dengan anak-anaknya. Keluarga besar mereka akhirnya bisa menjelajahi lebih dari 50 negara di lima benua berbeda. Dari dinginnya salju Eropa hingga gersangnya gurun Afrika, Cheriatna menjadikan dunia sebagai "kelas terbuka" bagi kesebelas buah hatinya.
Ia mengajarkan bahwa perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, melainkan cara untuk memperkaya sudut pandang dan menghormati keberagaman. Nilai-nilai luhur tradisi Sunda yang mengedepankan empati dan rasa syukur terus ia tanamkan sebagai akar karakter di mana pun kaki mereka berpijak.
Kisah hidup Cheriatna menjadi pesan kuat bagi siapa pun bahwa latar belakang ekonomi bukanlah tembok permanen yang menghalangi masa depan. Ia membuktikan bahwa keberhasilan bukan datang dalam semalam, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Keberhasilan sejatinya bukan tentang mengalahkan orang lain, melainkan keberanian untuk tidak pernah menyerah pada rasa pesimis dalam diri sendiri.
Uniknya, Cheriatna menjaga agar keluarganya bukan sekadar penonton kesuksesan, melainkan aktor utama yang ikut merasakan setiap proses perjuangan. Narasi hidupnya bukanlah sekadar cerita sensasional, melainkan refleksi tentang daya tahan sebuah harapan yang terus dirawat dengan kerja keras. Pada akhirnya, hidup akan selalu memberikan peluang bagi mereka yang bersungguh-sungguh menjaga nilai kebaikan dan manfaat bagi orang sekitar.
Jika hari ini Anda merasa masa depan suram karena keterbatasan, ingatlah bahwa latar belakang bukanlah akhir cerita, melainkan awal dari sebuah petualangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar