Pengembangan Aplikasi TERA untuk Meningkatkan Kualitas Ujian di SMK NU Al Hidayah Kudus
SMK NU Al Hidayah Kudus telah meluncurkan aplikasi Test Evaluation & Result Application (TERA) sebagai solusi inovatif dalam menjalani ujian. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mengawasi siswa selama mengerjakan soal ujian dan mencegah praktik mencontek yang sering terjadi.
Dalam ujian akhir semester, siswa tidak lagi diberi soal dalam bentuk kertas. Semua materi ujian disajikan melalui layar gawai dan diawasi oleh sistem digital berbasis aplikasi TERA. Dengan demikian, proses ujian menjadi lebih efisien dan transparan.
Aplikasi TERA dikembangkan oleh Tim Skadev yang dipimpin oleh Fachri S. Ahmad. Selain sebagai alat pengganti kertas, TERA juga menjadi jawaban atas masalah kecurangan dalam ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT). Sistem ini dirancang dengan arsitektur keamanan yang kuat, termasuk fitur pendeteksi kecurangan berbasis perilaku atau behavior based detection.
Fitur Unggulan Aplikasi TERA
-
Deteksi Pelanggaran Berbasis Perilaku
Sistem akan secara otomatis mendeteksi jika siswa membuka dua layar sekaligus atau split screen untuk melihat catatan. Saat itu, alarm digital akan berbunyi sebagai pemberitahuan pelanggaran. -
Sanksi Otomatis untuk Pembukaan Tab Baru
Jika siswa mencoba membuka tab baru di peramban, sistem akan mengreset jawaban dan memaksa siswa mengulang ujian dari awal. -
Monitoring Pengawasan Real-Time
Guru dapat memantau aktivitas siswa melalui akun khusus tanpa perlu keliling ruang ujian. Hal ini meminimalkan gangguan terhadap konsentrasi siswa. -
Integrasi Lima Pilar Data Utama
Aplikasi ini mengintegrasikan data mata pelajaran, data ujian, data siswa, data guru, dan data pengawas. Fitur ini memungkinkan admin atau guru menyusun bank soal secara terstruktur, mengatur durasi, hingga menentukan bobot penilaian dalam satu dasbor terpusat.

Tanggapan Siswa dan Guru
Husna, salah seorang siswa SMK NU Al Hidayah, menyatakan bahwa aplikasi TERA jauh lebih kompleks dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolah menggunakan aplikasi lain, tetapi masih ada keterbatasan dalam hal koordinasi antara guru dan proktor.
Selain itu, sistem TERA memberikan notifikasi pelanggaran ketika siswa me-refresh atau keluar sebentar dari tab tes. Tidak hanya proktor yang tahu, pengawas juga bisa memantau secara langsung melalui dasbor TERA yang menampilkan status siswa secara real-time.
Sanksi dan Keacakan Soal
Anis Kurniawati, Ketua Panitia Sumatif Akhir Semester SMK NU Al Hidayah, menjelaskan bahwa setiap kali pelanggaran terdeteksi, sistem akan mengurangi tiga poin dari nilai siswa. Selain itu, nomor dan urutan soal diacak secara otomatis oleh algoritma TERA, sehingga praktik saling menyontek antar-siswa yang duduk berdekatan menjadi nyaris mustahil dilakukan.
M Ainul Majid, guru sekaligus kepala jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), menyatakan bahwa pengembangan TERA merupakan respons konkret pihak sekolah atas instruksi kepala sekolah yang ingin meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasilnya, ujian menghasilkan nilai yang transparan dan prosesnya lebih mudah serta cepat.
Dengan hadirnya TERA, sekolah berhasil meminimalkan kecurangan siswa sekaligus mempercepat proses penilaian yang selama ini memakan waktu administratif panjang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar