SMKN 1 Surabaya Gelar Pameran Anyaraka 2025, Dapat Apresiasi Dinas Pendidikan Jatim

SMKN 1 Surabaya Gelar Pameran Anyaraka 2025, Dapat Apresiasi Dinas Pendidikan Jatim

Pameran Anyaraka 2025: Membentuk Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha

SMKN 1 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dan wirausaha melalui pameran Anyaraka 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan siswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan berwirausaha yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Pameran yang diikuti oleh siswa kelas 10 dan 11 ini berjudul Anyaraka 2025, dan memiliki tujuan utama untuk membekali para siswa dengan keterampilan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja. Dalam acara tersebut, siswa memamerkan berbagai karya kreatif yang mencakup kuliner, desain, inovasi digital, hingga kerajinan tangan. Setiap stan siswa menampilkan proses perancangan produk, strategi pemasaran, serta simulasi pengelolaan usaha.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dinas Provinsi Jawa Timur, Anny Saulina, hadir dalam kegiatan ini dan memberikan apresiasi terhadap upaya SMKN 1 Surabaya dalam mendorong budaya inovasi melalui pembelajaran berbasis proyek.

Sekolah harus mampu mencetak generasi yang siap bekerja, melanjutkan studi, sekaligus berwirausaha, ujarnya. Dari pameran ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tapi juga keterampilan berwirausaha yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.

Karya Kreatif Siswa

Selama pameran, berbagai karya kreatif siswa ditampilkan secara menarik. Mulai dari produk kuliner yang menarik perhatian, desain kreatif yang inovatif, hingga inovasi digital yang menunjukkan kemampuan teknologi siswa. Setiap stan siswa juga menampilkan strategi pemasaran dan simulasi pengelolaan usaha, yang menunjukkan pemahaman mereka tentang bisnis.

Anny Saulina menekankan pentingnya keberanian berinovasi dan menciptakan peluang sejak dini. Ia menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan akan selalu mendukung upaya sekolah dalam mencetak lulusan yang kreatif, kompeten, dan siap bersaing.

Komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja lulusan SMK, termasuk peluang magang dan bekerja di luar negeri, saat ini terdapat dua tantangan utama yang dihadapi siswa ketika akan bekerja ke luar negeri, yaitu kemampuan bahasa dan pembiayaan keberangkatan, jelasnya.

Dukungan Dinas Pendidikan

Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya, Anton Sujarwo, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan pendampingan langsung dari industri dan pelaku UMKM. Pendampingan ini dilakukan oleh UMKM yang sudah berkecimpung secara nasional, sehingga hasil karya siswa memiliki nilai jual dan disukai oleh masyarakat.

Mereka tidak sekadar belajar membuat produk, tetapi memahami pentingnya quality control sesuai standar industri, tambah Anton. Itu terlihat dari berbagai karya siswa, mulai aksesoris, manik-manik, hingga produk kerajinan lain yang telah beberapa kali dipamerkan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Anton menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh terhadap pengembangan kewirausahaan di sekolah. Melalui bantuan dan pendampingan kebijakan, Dinas Pendidikan mendorong agar siswa SMK dapat menghasilkan karya yang bernilai ekonomis dan produktif setelah lulus.

Dinas sangat support, program bisa berjalan karena dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Berharap anak-anak tidak dianggap menganggur saat masa tunggu setelah lulus, tapi mampu mengembangkan potensi dan keterampilan yang telah dipelajari di sekolah, imbuhnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan