Soal Pemecatan Enzo Maresca, Guardiola: Chelsea Kehilangan Figur Hebat

Peran Enzo Maresca di Chelsea dan Pemecatannya

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan perhatian khusus terhadap keputusan yang diambil oleh Chelsea dalam memecat Enzo Maresca dari jabatan pelatih. Keputusan ini diumumkan oleh klub pada hari Kamis lalu, tepatnya di awal tahun 2026. Melalui unggahan di Instagram resmi mereka, Chelsea mengumumkan bahwa mereka telah memutus kontrak dengan Maresca sebagai bagian dari upaya untuk kembali ke jalur terbaik musim ini.

Sebelum pemecatan tersebut, hubungan antara Maresca dan Chelsea disebut-sebut mulai merenggang. Hal ini terjadi setelah performa The Blues menurun dalam beberapa minggu terakhir, khususnya sepanjang bulan Desember 2025. Dalam delapan pertandingan terakhir, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah. Kondisi ini membuat posisi mereka di papan klasemen melorot ke peringkat kelima, jauh dari persaingan ketat dengan Arsenal dan Manchester City.

Beberapa waktu lalu, Maresca membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut "48 jam terburuk" selama ia menangani Chelsea setelah laga melawan Everton pada 13 Desember lalu. Pernyataan ini disebut menjadi salah satu alasan utama mengapa petinggi klub seperti Beghdad Eghbali, Lawrence Stewart, dan Paul Wintansley merasa tertekan.

Penilaian Pep Guardiola terhadap Enzo Maresca

Keputusan Chelsea untuk melepas Maresca mendapat perhatian dari Pep Guardiola. Ia menilai bahwa Chelsea telah kehilangan sosok manajer yang luar biasa, baik secara profesional maupun pribadi. "Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah Chelsea, menurut sudut pandang saya, telah kehilangan manajer dan pribadi yang luar biasa," ujar Guardiola, dikutip dari ESPN.

Meski begitu, Guardiola tidak ingin mengomentari alasan lebih lanjut mengapa Maresca dipecat karena menurutnya itu adalah keputusan internal klub. Namun, ia merasa beruntung karena saat ini sedang memimpin Manchester City yang dinilainya sangat stabil dan bebas dari masalah serupa.

"Tapi ini adalah keputusan dari hierarki Chelsea, jadi saya tak bisa berkata apa-apa. Di sepakbola? Sebuah (keputusan) mengejutkan? Tidak. Itu malah menegaskan betapa beruntungnya saya di klub saya saat ini. Klub saya luar biasa," tambahnya.

Hubungan antara Guardiola dan Maresca juga cukup dekat. Keduanya pernah bersama-sama dalam jajaran kepelatihan Manchester City. Maresca pernah menjabat sebagai pelatih tim U23 Manchester City pada musim 2020-2021 dan sebagai asisten tim utama pada 2022 sebelum akhirnya pindah ke Leicester City.

Persiapan Menghadapi Chelsea

Manchester City akan menghadapi Chelsea dalam lanjutan pekan ke-20 Liga Inggris 2025-2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Etihad pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Menjelang pertandingan ini, Guardiola tidak ingin membahas siapa pengganti sementara Maresca yang akan memimpin Chelsea. Ia lebih memilih fokus pada persiapan timnya sendiri.

“Jangan banyak bicara kalau kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada lawan, karena manajernya, saya tidak tahu manajer mana yang akan duduk di sana dan saya akan bertindak seolah-olah saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Guardiola lebih fokus pada upaya Manchester City untuk memangkas jarak dengan Arsenal yang saat ini hanya terpaut empat poin. “Tidak perlu khawatir. Pikirkan saja diri Anda sendiri, apa hubungannya Anda dengan orang-orang kami yang akan membantu kami dan dua pertandingan sulit. Seperti ini, Chelsea dan Brighton.”

Ia juga menekankan bahwa pertandingan melawan Chelsea selalu menjadi tantangan berat. “Melawan Chelsea selalu menjadi pertandingan yang berbahaya. Sangat bagus. Liga Premier selalu berbahaya di setiap pertandingannya,” tegasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan