Sosok Iskandar Usman dan Kekayaannya Saat Banjir Aceh Nangis

Sosok Iskandar Usman dan Kekayaannya Saat Banjir Aceh Nangis

Profil dan Kekayaan Bupati Aceh Timur yang Menangis Akibat Banjir

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kini menjadi sorotan setelah menunjukkan kekhawatiran besar terhadap kondisi wilayahnya yang terkena dampak banjir. Dalam sebuah kesempatan, ia memohon bantuan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, sambil menangis karena tidak mampu menangani situasi darurat tersebut.

Iskandar Usman Al-Farlaky, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Aceh, kini memimpin daerahnya dengan penuh tanggung jawab. Namun, kondisi banjir yang melanda Aceh Timur mengakibatkan kerusakan yang parah, bahkan hingga mengingatkan pada tragedi tsunami 2004. Ia mengatakan bahwa wilayahnya "nyaris kolaps" dan tidak pernah mengalami hal ini sejak ia memimpin.

Kekayaan Bupati Aceh Timur

Melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Iskandar Usman Al-Farlaky tercatat dalam laporan periode 2023. Berikut rincian kekayaannya:

  • Tanah dan Bangunan: Total Rp. 3.300.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 500 m² di Kabupaten/Kota Aceh Timur, hasil sendiri: Rp. 1.000.000.000
  • Tanah Seluas 106 m² di Kabupaten/Kota Aceh Timur, hasil sendiri: Rp. 800.000.000
  • Tanah Seluas 378 m² di Kota Banda Aceh, hasil sendiri: Rp. 500.000.000
  • Tanah Seluas 2.000 m² di Kota Banda Aceh, hasil sendiri: Rp. 1.000.000.000

  • Alat Transportasi dan Mesin: Total Rp. 120.000.000

  • Mobil Nissan Teana Sedan Tahun 2013, hasil sendiri: Rp. 120.000.000

  • Harta Bergerak Lainnya: Total Rp. 63.000.000

  • Surat Berharga: Rp. ----

  • Kas dan Setara Kas: Total Rp. 250.000.000

  • Harta Lainnya: Rp. ----

Sub Total: Rp. 3.733.000.000
Total Hutang: Rp. ----
Total Harta Kekayaan: Rp. 3.733.000.000

Perjalanan Karier Iskandar Usman Al-Farlaky

Iskandar Usman Al-Farlaky lahir di Rantau Panjang, Aceh Timur, pada 3 November 1981. Ia menghabiskan masa kecilnya di perkampungan dan memulai pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Seuneubok Timur pada tahun 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Seuneubok Johan, lalu melanjutkan studi di Madrasah Ulumul Qur'an Langsa.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan meraih gelar S.H.I pada tahun 2006. Selanjutnya, ia melanjutkan magister di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh.

Iskandar Usman Al-Farlaky memiliki perhatian besar terhadap dunia politik sejak masa kuliah. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di UIN Ar-Raniry pada tahun 2005, yang menjadi awal karier kepemimpinan muda.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia, salah satu media ternama di Aceh. Melalui profesi ini, namanya mulai dikenal luas, terutama di Aceh Timur. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia politik.

Pada Pemilu 2014, ia maju sebagai calon anggota DPRA dari Partai Aceh dan berhasil meraih 11.306 suara. Lima tahun kemudian, ia kembali terpilih dengan perolehan suara meningkat menjadi 17.416 suara. Di Pemilu 2024, Iskandar kembali menang dan mendapatkan kursi DPRA dari Dapil 6 Aceh Timur.

Setelah itu, ia mengundurkan diri dari jabatannya di DPRA demi mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Timur. Keputusan ini terbukti tepat, karena ia memenangkan hati rakyat dan terpilih sebagai Bupati Aceh Timur. Ia resmi dilantik pada tahun 2025 dan kini memimpin daerahnya bersama Wakil Bupati Zainal Abidin.

Situasi Saat Ini

Aceh Timur kini berada di ambang kolaps akibat banjir. Pelayanan publik berhenti total, listrik padam, jaringan komunikasi terputus, dan distribusi logistik gagal karena akses darat tak dapat ditembus. Bahkan, tiga desa di Serbajadi diduga hilang, sementara warga bertahan tanpa logistik dan komunikasi.

Iskandar Usman Al-Farlaky beberapa kali mengusap air mata saat memohon bantuan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan warga meninggal kelaparan jika dua hari lagi bantuan tak masuk. Ia juga mengaku terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membantu masyarakat sambil bekerja bersama TNI–Polri lokal.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan